STY: Kalau Ada Tawaran, Indonesia akan Selalu Jadi Pilihan Pertama Saya

STY: Kalau Ada Tawaran, Indonesia akan Selalu Jadi Pilihan Pertama Saya

Ibnu Medium.jpeg

Selasa, 21 Oktober 2025 – 19:09 WIB

Eks pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong. (Foto: Inilah.com)

Eks pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong. (Foto: Inilah.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong (STY), akhirnya buka suara soal rumor dirinya akan kembali menukangi Timnas Indonesia setelah kontraknya tak diperpanjang oleh PSSI. Dalam wawancara eksklusif dengan media Korea, Goalpost, pelatih 53 tahun itu menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi prioritas utama di hatinya.

“Kalau nanti ada tawaran dari Indonesia, tentu saya akan pertimbangkan. Tapi kalau situasinya sama, jujur saja, hati saya akan tetap condong ke Indonesia,” ujar Shin Tae-yong dikutip inilah.com dari wawancara berdurasi enam menit yang tayang di kanal YouTube Goalpost Korea, Selasa (21/10/2025).

Pelatih yang membawa Garuda ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia itu mengaku masih memiliki ikatan emosional kuat dengan sepak bola Indonesia dan para pendukungnya.

“Kalau tawarannya mirip dari Indonesia dan tempat lain, saya akan tetap pilih Indonesia. Bahkan kalau ada tawaran sedikit lebih baik dari negara lain, tapi Indonesia datang dengan niat sungguh-sungguh, Indonesia akan selalu jadi pilihan pertama saya,” tegas Shin.

Dalam wawancara tersebut, Shin mengaku menyaksikan pertandingan Indonesia di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, di mana skuad Garuda gagal melangkah ke putaran berikutnya setelah kalah dari Arab Saudi dan Irak.

“Tentu saja saya merasa sayang sekali. Memang saya sudah bukan pelatih mereka, tapi saya sempat berpikir, kalau persiapannya sedikit lebih baik, mungkin mereka bisa lolos langsung lewat babak ketiga,” katanya.

Meski kecewa dengan hasil tersebut, Shin tetap menilai pencapaian Timnas Indonesia sejauh ini patut diapresiasi. Ia juga percaya, dengan persiapan matang, Indonesia memiliki peluang besar untuk lolos ke Piala Dunia 2030.

“Sebenarnya kesempatan itu ada, tapi gagal dimanfaatkan. Itu yang paling saya sesalkan. Tapi saya percaya, kalau dipersiapkan lebih baik, Indonesia bisa ke Piala Dunia 2030,” ujarnya optimistis.

Shin mengaku terharu ketika mendengar para suporter Indonesia masih meneriakkan namanya saat pertandingan melawan Australia dan Irak.

“Setelah setiap pertandingan, fans selalu meneriakkan nama saya. Mendengar itu, dada saya terasa haru. Saya pikir, ‘Oh, ternyata fans Indonesia belum melupakan saya.’ Tapi di sisi lain, mungkin mereka memanggil saya karena kangen dan kecewa sekaligus,” ungkapnya.

Pelatih yang dikenal disiplin itu juga mengaku sering membaca pesan-pesan dukungan dari penggemar Indonesia di akun Instagram pribadinya.

“Saya sering baca komentar-komentar mereka. Akun Instagram saya dibanjiri pesan dari penggemar Indonesia. Mereka bilang ingin saya kembali melatih di sana, dan itu membuat saya bahagia,” katanya.

Shin mengatakan saat ini ia masih belum kembali ke dunia kepelatihan setelah berpisah dari klub Ulsan HD. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan beristirahat. Namun, ia tidak menutup peluang untuk kembali melatih di masa depan — termasuk di Indonesia.

“Sekarang saya belum bisa hidup tenang, hanya di rumah, melakukan hal-hal kecil, dan istirahat. Tapi kalau ada tawaran profesional yang baik, tentu saya terbuka,” ujarnya.

Shin juga menjelaskan alasannya menulis pesan panjang untuk fans Ulsan HD di Instagram beberapa waktu lalu. Ia ingin mengakhiri situasi dengan damai dan menghindari polemik yang bisa merugikan para pemain klub tersebut.

“Kalau saya terus berdebat dengan pihak klub, yang paling dirugikan adalah pemain. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada fans yang selalu mendukung, bahkan saat kami kalah,” tutur Shin.

Menutup wawancara, Shin Tae-yong menyampaikan pesan khusus untuk para suporter Garuda yang masih kecewa atas kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia.

“Memang sayang sekali kita gagal di babak keempat, tapi sepak bola tidak berhenti di situ. Masih ada langkah berikutnya, masih ada Piala Asia 2027. Saya yakin Indonesia bisa menuju Piala Dunia 2030. Jadi jangan terlalu kecewa, teruslah membangun semangat itu lagi,” pungkasnya.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today