Hasil Liga Champions
Giovanni Di Lorenzo dari Napoli menunjukkan apresiasinya kepada para penggemar setelah kemenangan 1-0 dalam pertandingan Serie A antara Monza dan Napoli di Stadion U-Power pada 19 April 2025 di Monza, Italia. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Napoli mengalami malam yang menyakitkan dii Eindhoven. Klub asal Italia itu dipermalukan PSV Eindhoven dengan skor telak 6–2 pada matchday ketiga Liga Champions 2025/2026, dan sang kapten Giovanni Di Lorenzo tidak menutupi rasa frustrasinya.
Berbicara kepada Sky Sport Italia setelah pertandingan, bek kanan tim nasional Italia itu mengakui bahwa Napoli telah kehilangan keseimbangan permainan dan kekuatan mental yang musim lalu membawa mereka menjadi juara Serie A.
“Itu malam yang mengerikan,” kata Di Lorenzo.
“Kami harus berhenti sejenak, merenung, dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Saat ini kami terlihat rapuh, kebalikan dari musim lalu ketika kami begitu solid.”
Napoli Kehilangan Keseimbangan dan Mentalitas Bertahan
Di Lorenzo mengakui bahwa perubahan gaya bermain yang lebih ofensif di bawah pendekatan baru justru membuat tim kehilangan struktur bertahan yang dulu menjadi kekuatan utama Napoli.
“Benar kami mencoba sesuatu yang baru dalam menyerang,” ujarnya.
“Tapi kami kebobolan gol-gol yang seharusnya tidak terjadi. Kami kehilangan keseimbangan itu — keinginan untuk tidak kebobolan, mentalitas bertahan yang kuat. Kami semua harus introspeksi.”
Kekalahan ini menandai penurunan drastis performa Napoli, yang musim lalu tampil dominan di Eropa dan Serie A. Kini, mereka tampak kehilangan kontrol dan koordinasi di lini belakang.
“Saat ini rasanya lawan bisa melukai kami kapan saja,” kata Di Lorenzo. “Itu harus segera berubah.”
Tekanan Berat di Liga Champions
Kekalahan besar dari PSV membuat Napoli berada dalam posisi sulit di grup Liga Champions. Selain hasil buruk, muncul kekhawatiran serius terhadap identitas dan mentalitas tim yang tampak jauh menurun dari standar juara musim lalu.
Pelatih Antonio Conte kini berada di bawah tekanan besar untuk memulihkan performa dan rasa percaya diri tim sebelum laga Serie A akhir pekan nanti.














