Sebut Kereta Whoosh Dorong Ekonomi Lokal, China Bantah Adanya Rekonstruksi Utang

Sebut Kereta Whoosh Dorong Ekonomi Lokal, China Bantah Adanya Rekonstruksi Utang

Iwan Medium.jpeg

Kamis, 23 Oktober 2025 – 23:11 WIB

Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang banyak masalah. (Foto: Antara).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Merasa disudutkan dengan informasi mahalnya biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB)  yang kini bernama Kereta Whoosh, pemerintah China buka suara.

Juru Bicara Kedutaan Besar China di Indonesia, Guo Jiakun mengatakan, proyek KCJB berjalan dengan baik, Terkait utang proyek tersebut, China membantah adanya upaya rekonstruksi utang dengan Indonesia,

“Sudah dua tahun sejak kereta cepat Jakarta-Bandung resmi beroperasi, semuanya aman, lancar dan tertib,” ujar Guo dikutip dari Global Times, Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Dijelaskan Guo, sejak diluncurkan pada 2023, KCJB telah mengangkut lebih dari 11,71 juta penumpang. Terjadi kenaikan jumlah pengguna dalam setiap tahunnya.

Artinya, proyek ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi yang signifikan, tetapi juga menciptakan banyak lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur kereta cepat tersebut.

Proyek ini, lanjut Guo, menerima banyak respons positif dari berbagai pihak di Indonesia. Pemerintah dari kedua negara, yaitu Indonesia dan China, terus memperkuat kerja sama serta dukungan teknis demi memastikan operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang aman dan berkelanjutan.

“Ketika menilai proyek kereta cepat, selain angka keuangan dan indikator ekonomi, kita juga harus melihat manfaat publik serta imbal hasil komprehensifnya,” ujar Guo.

Dia menambahkan, China berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan Indonesia dalam meningkatkan kualitas pengoperasian KCJB.

“Sehingga proyek strategis ini dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional dan memperkuat konektivitas di kawasan Asia Tenggara,” pungkasnya.

Sebelumnya, CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P Roeslani mengaku, saat ini, pihaknya tengah melakukan negosiasi atas utang pembangunan KCJB.

Prosesnya, kata Rosan, mencakup penyesuaian struktur pembiayaan yang dianggap lebih efisien dan berorientasi jangka panjang.

“Iya, sedang berjalan (restrukturisasi) dengan pihak China, baik dengan pemerintah China (negosiasi) sedang berlangsung,” ujar Rosan.

Dia bilang, Danantara telah menyiapkan dua pertimbangan strategis untuk kontraktor proyek KCJB.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya restrukturisasi yang sedang dibahas bersama pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia (Persero),” pungkasnya.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today