Calon Wali Kota Zohran Mamdani Bela Muslim New York dari Serangan Islamofobia

Calon Wali Kota Zohran Mamdani Bela Muslim New York dari Serangan Islamofobia

Ikhsan Medium.jpeg

Minggu, 26 Oktober 2025 – 06:07 WIB

Calon Wali Kota New York Zohran Mamdani. (Foto: Associated Press)

Calon Wali Kota New York Zohran Mamdani. (Foto: Associated Press)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Arena politik Kota New York memanas jelang pemungutan suara awal. Calon Wali Kota dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani, melayangkan kritik keras terhadap lawan-lawannya yang dinilai menyebarkan serangan rasisme dan Islamofobia tak berdasar.

Dalam pidato emosionalnya, Mamdani menegaskan bahwa kebencian berbasis agama yang disebarkan para rivalnya tidak hanya memengaruhi dirinya sebagai calon Muslim, tetapi juga hampir satu juta jiwa Muslim yang tinggal di kota tersebut.

“Menjadi seorang Muslim di New York berarti menerima penghinaan, tetapi penghinaan tidak membuat kita berbeda. Ada banyak warga New York yang menghadapinya. Ini adalah toleransi dari penghinaan itu yang melakukannya,” kata Mamdani dalam pidatonya, dilansir Al Jazeera, Sabtu (25/10/2025).

Islamofobia Menjadi Ladang Kesepakatan Lawan

Mamdani, yang saat ini menjabat sebagai anggota Majelis Negara Bagian New York, menjelaskan bahwa meskipun fokus utama kampanyenya adalah isu-isu vital seperti keterjangkauan biaya hidup, lawan-lawannya justru menjadikan Islamofobia sebagai salah satu bidang kesepakatan –sebuah ironi politik yang menyedihkan.

Puncaknya, pidato Mamdani disampaikan hanya sehari setelah insiden memalukan yang melibatkan mantan Gubernur New York Andrew Cuomo, yang kini menjadi lawan utamanya. Cuomo, yang dikalahkan Mamdani dalam pemilihan pendahuluan Demokrat pada Juni lalu, terekam tertawa ketika pembawa acara radio Sid Rosenberg melontarkan tuduhan keji: Mamdani akan bersorak jika terjadi serangan 11 September lagi. Cuomo menanggapi tudingan itu dengan singkat: “Itu masalah lain.”

Pernyataan ini langsung dikecam keras. Direktur Eksekutif kelompok advokasi Muslim CAIR Action, Basim Elkarra, mengecam komentar Cuomo, menyebutnya berbahaya dan tercela, khususnya karena menyeret sentimen terorisme ke dalam kontestasi politik.

Pengalaman Pribadi yang Menyakitkan

Tekanan rasisme yang dialami Mamdani tidak hanya datang dari Cuomo. Ia juga mengaku difitnah oleh calon Partai Republik, Curtis Sliwa, selama debat yang diselenggarakan sebelumnya.

Untuk memberikan konteks yang lebih kuat tentang dampak Islamofobia, Mamdani membagikan pengalaman pribadi yang menyakitkan. Ia bercerita tentang bibinya yang berhenti menggunakan kereta bawah tanah setelah serangan 11 September karena merasa tidak aman dengan jilbabnya.

Anggota stafnya sendiri pernah mendapati kata ‘teroris’ dicat semprot di garasi rumah mereka. Bahkan, ia pernah menerima saran bahwa jika ingin memenangkan pemilihan, ia harus menyembunyikan identitasnya sebagai seorang Muslim.

Mamdani, dengan pidatonya yang lugas dan naratif, menegaskan bahwa ia menolak untuk tunduk pada kebencian. Ia menjadikan perlindungan terhadap komunitas Muslim New York –dan semua minoritas– sebagai bagian integral dari platform politiknya, menyuarakan bahwa pertarungan ini bukan hanya soal jabatan, tetapi soal martabat dan toleransi di kota metropolitan tersebut.
 

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today