Melempem di Kandang Sendiri, Pesenam Nasional Perlu Dibenahi Total

Melempem di Kandang Sendiri, Pesenam Nasional Perlu Dibenahi Total
Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025

Reza Medium.jpeg

Minggu, 26 Oktober 2025 – 01:00 WIB

Ketua umum Federasi Gimnastik Indonesia, Ita Juliati usai upacara penutupan Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (25/10/2025). (Foto: Antara/Rauf Adipati)

Ketua umum Federasi Gimnastik Indonesia, Ita Juliati usai upacara penutupan Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (25/10/2025). (Foto: Antara/Rauf Adipati)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Prestasi pesenam Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 menjadi cambuk untuk melakukan pembenahan. Menyadari ketertinggalan dari negara tetangga, Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) mengumumkan rencana besar untuk menyelenggarakan pelatihan nasional (pelatnas) jangka panjang.

Ketua Umum FGI, Ita Juliati, mengakui bahwa sebagai tuan rumah, Indonesia belum ada atlet yang mampu meloloskan diri ke putaran final All-around. Pencapaian ini justru diraih oleh negara serumpun seperti Filipina lewat Carlos Yulo dan Singapura melalui Amanda Yap.

“Jadi kita tidak mau lagi, kita kemarin kan ke Jepang sebulan setengah, ke Rusia sebulan dan segala macam. Jadi kita inginnya sekarang jangka panjang total,” tegas Ita usai penutupan kejuaraan di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (25/10/2025).

Ita menyatakan kesiapan untuk memaksimalkan fasilitas yang ada, terutama Cibubur Youth Elite Center (CYTE) dan peralatan hibah dari kejuaraan dunia. Fasilitas-fasilitas mutakhir ini rencananya juga akan dipakai untuk menyelenggarakan Kejuaraan Nasional.

Selain pemanfaatan fasilitas, opsi mendatangkan pelatih asing juga sedang dipertimbangkan. Menurut Ita, keberadaan pelatih dari luar negeri menjadi salah satu kunci kesuksesan pembinaan senam di Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Dengan persiapan yang lebih sistematis ini, Ita pun tidak ragu mencanangkan target jangka panjang. Cabang senam ditargetkan bisa mengirimkan atlet yang kompetitif di Olimpiade 2032.

“(Targetnya) 2032. Tapi 2028 kami targetnya adalah kita lolos di (Olimpiade) LA. 2032 kita cenderung paling tidak dapat bersaing,” tutur Ita dengan penuh keyakinan.

Sekadar catatan, Indonesia telah memiliki sejarah melalui Rifda Irfanaluthfi, yang menjadi pesenam artistik pertama yang lolos ke Olimpiade Paris 2024. Dengan program jangka panjang yang sedang disusun, FGI berharap bisa melahirkan lebih banyak Rifda berikutnya dan bersaing di tingkat global.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today