Jangan Mimpi Mandalika Jadi Destinasi Pariwisata Dunia, Bereskan Dulu Tambang Emas Ilegal

Jangan Mimpi Mandalika Jadi Destinasi Pariwisata Dunia, Bereskan Dulu Tambang Emas Ilegal

Reza Medium.jpeg

Senin, 27 Oktober 2025 – 00:01 WIB

Ilustrasi tambang emas ilegal. (Foto: Antara).

Ilustrasi tambang emas ilegal. (Foto: Antara).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Munculnya aktivitas tambang emas ilegal yang marak di sekitar kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), menimbulkan kekhawatiran serius terhadap masa depan pariwisata daerah itu.

Temuan bahwa tambang tersebut mampu menghasilkan hingga 3 kilogram emas per hari semakin mempertegas potensi skala dan dampak kerusakan yang mungkin ditimbulkan.

Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hadrian Irfani atau Lalu Ari, secara tegas mendesak pemerintah dan aparat hukum bertindak. Keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam praktik ilegal harus diusut tuntas.

“Aktivitas tambang ilegal seperti ini bukan hanya melanggar hukum, tapi juga merusak lingkungan dan mengancam masa depan ekonomi masyarakat lokal. Apalagi jika ada keterlibatan pihak asing, maka harus diusut secara serius dan transparan,” tegas Lalu Ari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (26/10/2025).

Ini adalah ironis. Di satu sisi, pemerintah mendorong Mandalika sebagai Destinasi Super Prioritas yang berkelas dunia, sementara di sisinya, aktivitas tambang liar justru menggerogoti kelestarian lingkungan dan keamanan kawasan.

“Mandalika sedang kami dorong sebagai kawasan pariwisata kelas dunia. Kalau di sekitarnya ada aktivitas tambang emas ilegal, ini bisa merusak citra daerah dan menghambat investasi,” ujarnya.

Lalu Ari mendesak kepolisian, Kementerian ESDM, dan Kementerian Kehutanan untuk segera melakukan investigasi menyeluruh. Ia menekankan bahwa penindakan harus komprehensif, tidak hanya menjangkau pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual dan jaringan pendana di baliknya.

“Kami harus pastikan penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu. Jika ada oknum yang membekingi, baik dari dalam maupun luar negeri, harus ditindak tegas,” ungkap Lalu Ari.

Dia juga menekankan pentingnya langkah pascapenertiban. Rehabilitasi lingkungan di area yang rusak dan menciptakan pemberdayaan ekonomi alternatif bagi masyarakat setempat disebutnya sebagai kunci untuk memastikan keberlanjutan pariwisata Mandalika di masa depan.
 

Topik
Komentar

Visited 5 times, 1 visit(s) today