Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmao, tampak emosional setelah menandatangani Deklarasi tentang Penerimaan Timor-Leste ke dalam ASEAN pada upacara pembukaan KTT ASEAN ke-47 dan KTT Terkait di Pusat Konvensi Kuala Lumpur (KLCC), Malaysia, Sabtu (25/10/2025). (Antara/ Bernama/Hazim Mohammad)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Dukungan Indonesia terhadap aksesi Timor Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN dinilai sebagai langkah yang positif. Menurut pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal, dukungan Indonesia tersebut mencerminkan kedewasaan diplomasi Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Dino menyebut kedewasaan itu terlihat dari sikap Indonesia yang memberikan dukungan penuh meski memiliki sejarah masa lalu yang kelam dengan Timor Leste. “Kita ingat saat Timor Timur lepas dari Indonesia, prosesnya tidak baik dan berdarah. Namun kini, justru Indonesia yang paling bersemangat mendorong keanggotaan Timor Leste di ASEAN,” kata Dino seusai peluncuran Arsip Hasjim Djalal oleh Pusat Studi Asia Tenggara (PSAT) di Jakarta, Senin (27/10/2025).
Selanjutnya dia menyebutkan, Pasal 6 Piagam ASEAN tentang penerimaan anggota baru—yang dipelopori Indonesia—menunjukkan pandangan visioner bahwa Timor Leste suatu hari harus menjadi bagian ASEAN.
“Saat Piagam ASEAN berlaku pada 2008, seluruh negara di Asia Tenggara telah menjadi anggota. Namun Indonesia berpikir jauh ke depan, menyadari Timor Leste masih tertinggal dan perlu ruang untuk bergabung,” tutur Dino.
Menurut Dino, bergabungnya Timor Leste menandai “finalisasi” peta geopolitik Asia Tenggara, karena kini seluruh 11 negara di kawasan telah menjadi anggota ASEAN.
“Ini adalah pencapaian yang sudah lama diperjuangkan Indonesia,” ujarnya menegaskan.
ASEAN secara resmi menyambut Timor Leste sebagai anggota penuh dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (26/10).
Status keanggotaan itu ditetapkan setelah para pemimpin ASEAN, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, menandatangani “Deklarasi Penerimaan Timor Leste ke dalam ASEAN.”
Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmão menyatakan, aksesi ini diharapkan membuat suara negaranya lebih terdengar di tingkat global.
“Dengan bergabung ke ASEAN, isu dan aspirasi kami bisa lebih didengar. Kalau kami sendiri, orang bertanya, siapa kamu, negara kecil,” kata Xanana dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, Minggu (26/10/2025).














