Proyek Kereta Cepat Diselidiki KPK Sejak Awal Tahun, Bukti dan Saksi Mulai Disusun

Proyek Kereta Cepat Diselidiki KPK Sejak Awal Tahun, Bukti dan Saksi Mulai Disusun

Rizki Medium.jpeg

Senin, 27 Oktober 2025 – 18:56 WIB

Suasana kedatangan kereta cepat Whoosh di Stasiun Padalarang, November 2024. (Foto: Inilah.com)

Suasana kedatangan kereta cepat Whoosh di Stasiun Padalarang, November 2024. (Foto: Inilah.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tengah melakukan penyelidikan atas dugaan penyimpangan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB). Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkap, proses penyelidikan tersebut sudah bergulir sejak awal tahun 2025 dan saat ini masih terus berjalan.

“Adapun penyelidikan perkara ini sudah dimulai sejak awal tahun. Jadi memang ini masih terus berprogres dalam proses penyelidikan,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Senin (27/10/2025).

Budi menjelaskan, tim penyelidik KPK saat ini masih menelusuri dan mengumpulkan berbagai data serta keterangan yang dibutuhkan untuk mendalami dugaan penyimpangan di proyek strategis nasional tersebut.

“Secara umum tentu tim terus melakukan pencarian keterangan-keterangan yang dibutuhkan untuk membantu dalam mengungkap perkara ini,” ujarnya.

KPK juga membuka ruang bagi masyarakat untuk turut memberikan informasi tambahan. Budi menegaskan, setiap laporan yang masuk melalui saluran pengaduan masyarakat akan menjadi bahan penting bagi penyelidik dalam memperdalam perkara.

“KPK terus mengimbau kepada masyarakat, siapapun yang memiliki informasi ataupun data yang terkait dengan hal tersebut bisa menyampaikannya kepada KPK,” kata Budi.

“Tentu setiap informasi dan data, baik yang disampaikan melalui saluran pengaduan masyarakat, bisa menjadi pengayaan bagi tim untuk menelusuri dan mengungkap perkara ini,” tambahnya.

Sebelumnya, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu juga membenarkan bahwa pihaknya tengah menyelidiki proyek tersebut.

“Saat ini sudah pada tahap penyelidikan,” ujar Asep, Senin (27/10/2025).

Namun, Asep belum membeberkan pihak-pihak yang telah dimintai klarifikasi. Ia menegaskan proses penyelidikan masih dalam tahap awal dan dilakukan secara hati-hati sesuai ketentuan hukum.

Di sisi lain, Mahfud MD lewat akun YouTube pribadinya sempat menyinggung dugaan mark up anggaran proyek kereta cepat Whoosh. Ia menyoroti adanya selisih besar antara biaya pembangunan di Indonesia dan di China.

“Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar Amerika Serikat. Akan tetapi, di China sendiri, hitungannya 17–18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat,” ujar Mahfud dalam video tersebut.

Mahfud menilai dugaan kenaikan biaya tersebut menunjukkan adanya indikasi penyimpangan dalam pengelolaan proyek strategis nasional. Ia pun mendorong aparat penegak hukum untuk menelusuri lebih dalam.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today