Layanan MBG di Kediri Diklaim Aman, Mas Dhito: Alhamdulillah, Tak Ada Kasus Keracunan!

Layanan MBG di Kediri Diklaim Aman, Mas Dhito: Alhamdulillah, Tak Ada Kasus Keracunan!

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 29 Oktober 2025 – 05:48 WIB

Bupati Kediri Mas Dhito tekankan komitmen keamanan pangan Program MBG di Kabupaten Kediri. (Foto: Pemkab Kediri)

Bupati Kediri Mas Dhito tekankan komitmen keamanan pangan Program MBG di Kabupaten Kediri. (Foto: Pemkab Kediri)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya untuk menjaga standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Pesan tersebut disampaikan Mas Dhito saat menyerahkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) kepada perwakilan SPPG di Gedung Bagawanta Bhari, Selasa (28/10).

Kabupaten Kediri mendapatkan kuota 150 SPPG, dengan 75 dapur gizi yang kini telah terbentuk. Dari jumlah itu, 64 SPPG sudah menerima SLHS dan 57 di antaranya telah beroperasi, melayani lebih dari 136 ribu penerima manfaat program MBG.

“Ada tujuh yang belum beroperasi, tapi kita serahkan SLHS hari ini karena besok mereka akan mulai beroperasi,” ujar Mas Dhito.

Ia menegaskan, keberadaan sertifikat bukan berarti pengawasan selesai. Menurutnya, dapur gizi yang telah beroperasi tetap wajib menjaga kebersihan dan keamanan pangan, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi makanan ke penerima manfaat.

> “Kebersihan tempat produksi dan makanan yang dibagikan harus terus dijaga. Ini bukan soal administrasi, tapi soal tanggung jawab terhadap keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, seluruh SPPG di Kabupaten Kediri menandatangani komitmen bersama keamanan pangan, yang disaksikan langsung oleh Mas Dhito dan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.

Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu juga mengapresiasi kinerja para pengelola dapur gizi. Ia menilai pelaksanaan MBG di Kediri sejauh ini berjalan lancar dan aman tanpa adanya laporan kasus keracunan atau gangguan kesehatan dari ratusan ribu penerima manfaat.

“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada kasus yang tidak diinginkan. Kita berharap kondisi ini bisa terus dipertahankan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Ahmad Khotib menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan rutin terhadap SPPG yang sudah beroperasi. Pengawasan dilakukan mulai dari penyimpanan bahan pangan, proses pengolahan, hingga pendistribusian.

 “Menu sudah ditentukan agar nilai gizinya seimbang. Kami juga memberikan pelatihan kepada seluruh karyawan SPPG tentang tata cara penjamahan makanan yang baik dan benar,” jelasnya.

Melalui pengawasan ketat dan pelatihan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen menjaga agar program Makan Bergizi Gratis berjalan tidak hanya efektif dan merata, tetapi juga aman dan higienis bagi seluruh penerima manfaat di daerah tersebut.[Adv]

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today