Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar saat menghadiri Hari Tani di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025). (Foto: Inilah.com/Reyhaanah)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Leontinus Alpha Edison mengatakan, Kemenko PM tengah menyusun kebijakan rantai bisnis berkeadilan.
Demi melindungi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM ) dari gempuran bisnis ritel yang tumbuh pesat hingga pelosok negeri. Pernyataan itu, merespons Menko PM, Muhaimin Iskandar yang menyebut bertebarannya bisnis ritel, seperti Alfamart dan Indomaret, bisa membunuh UMKM.
Menurut Leontinus, pernyataan Menko Muhaimin tidak bermaksud mematikan bisnis ritel. “Pemerintah tidak sedang mematikan Indomaret dan Alfamart, bukan pelarangan, tapi sedang melakukan pemerataan rantai bisnis yang adil,” kata Leon di Jakarta, dikutip Kamis (30/10/2025).
Leon menjelaskan, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan perluasan akses usaha merupakan salah satu tugas Kemenko PM. Ia pun memastikan UMKM menjadi sasaran utama untuk diberdayakan sehingga mampu bersaing di arena pasar yang adil.
Hal itu selaras dengan upaya pemerintah yang selama ini, konsisten dalam menjaga kondusifitas iklim usaha yang memberi ruang bisnis bagi bisnis ritel, baik itu Indomaret atau Alfamart, bisa terus tumbuh.
“Dalam konteks usaha perdagangan, pasar yang sehat, adalah pasar yang tumbuh dalam persaingan yang sehat pula dengan disertai adanya perlindungan yang terukur dari pemerintah bagi semua pelaku usaha berbagai skala,” ujarnya.
Leon menuturkan, harus diakui, sektor UMKM seperti warung kelontong, memiliki banyak keterbatasan hingga risiko mati akibat ritel yang memiliki cukup modal. Fenomena ini, harusnya bisa diatasi dengan menjaga kondusifitas iklim usaha nasional.
“Artinya, seluruh pelaku usaha di Indonesia tanpa terkecuali harus mendapatkan kesempatan untuk memulai, menjaga konsistensi usaha, dan memperbesar skala usahanya dengan memperhatikan aspek keadilan,” jelasnya.
Di sisi lain, Leon turut mengungkap selama ini UMKM terbukti menjadi penyerap tenaga kerja utama di Indonesia dengan rasionya mencapai 97 persen. Karenanya, ia turut menegaskan pemerintah berupaya untuk melindungi UMKM yang tidak memiliki jaminan.
“Jangan hanya hitung berapa orang yang bekerja di Alfamart dan Indomaret tapi, hitung juga berapa toko kecil yang mati,” ungkapnya.
Sebelumnya, Menko Muhaimin blak-blakan soal sikap ngotot pemerintah menghidupkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Tujuannya untuk mengimbangi invasi bisnis ritel yang merambah hingga pedesaan.
“Bapak ibu sekalian Koperasi Desa Merah Putih hadir Membangun ekonomi desa yang sangat lesu adanya,” kata Cak Imin saat sambutan dalam acara ‘1 Tahun Pemberdayaan Masyarakat’, di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025).
Ia mengakui segala upaya pembangunan desa telah dilakukan, hasilnya belum konsisten. “Ada kalanya bertumbuh dan berkembang, ada kalanya tetap lesu dan tidak punya energi untuk menjadi kekuatan ekonomi desa,” ucap dia.
Cak Imin, sapaan akrab Menko Muhaimin, menyoroti keberadaan grup ritel raksasa yang merambah hingga desa. Fenomena ini, menurutnya ancaman bagi keberadaan UMKM di daerah.
“Kita tahu betul ritel-ritel raksasa yang masuk ke kampung-kampung kita, bahkan membunuh ekonomi rakyat dan membunuh para pelaku UMKM, terus terang raksasa ritel ini bernama Indomaret dan Alfamart yang betul betul membawa ancaman dan bahaya bagi tumbuhnya Usaha Kecil dan Menengah kita,” ujar dia.














