Keputusan untuk resign sering kali datang dari emosi sesaat, rasa capek, burnout, atau konflik di tempat kerja. Namun, keputusan yang didasari emosi saja sering kali berujung pada kesulitan keuangan yang justru memperburuk situasi karier berikutnya.
Padahal, resign bukan hanya keputusan karier, melainkan juga keputusan finansial yang membutuhkan persiapan matang. Banyak orang menyesal setelah resign karena hanya mengandalkan keberanian tanpa memperhitungkan kesiapan keuangan untuk masa transisi.
Maka dari itu, silakan simak pembahasan berikut untuk mengetahui lima hal finansial yang wajib Anda siapkan sebelum benar-benar nekat resign. Lima hal ini dirancang untuk meminimalkan risiko finansial selama masa transisi dan memastikan Anda tetap stabil secara keuangan.
Melalui persiapan yang terencana, Anda bisa menjalani masa transisi tanpa tekanan keuangan yang berlebihan.
1. Hitung dan Siapkan Dana Darurat Minimal 6–12 Bulan Pengeluaran
Setelah resign, pengeluaran adalah angka pasti, sedangkan pemasukan belum tentu ada. Perencana keuangan menyarankan rumus dasar ini agar Anda memiliki penyangga yang cukup.
Dana darurat sebelum resign idealnya setara enam hingga dua belas kali pengeluaran bulanan, bukan gaji. Jadi, Anda memiliki bantalan keuangan yang aman untuk menghadapi ketidakpastian penghasilan selama beberapa bulan ke depan.
Sebagai contoh, jika pengeluaran bulanan Anda Rp5 juta, maka dana darurat minimal yang perlu disiapkan berkisar Rp30 juta hingga Rp60 juta. Sesuaikan jumlahnya dengan kondisi keuangan dan rencana pasca-resign Anda, misalnya apakah Anda sudah memiliki tawaran pekerjaan baru atau belum.
2. Simulasikan Gaya Hidup Tanpa Gaji Bulanan
Sebelum resign, coba praktikkan pola pengeluaran seolah-olah Anda sudah tidak berpenghasilan tetap dari kantor, meski gaji sebenarnya masih masuk. Hal ini bertujuan supaya Anda memiliki gambaran nyata tentang ketahanan finansial selama masa transisi.
Simulasi ini membantu menghitung berapa lama tabungan bisa bertahan sekaligus melatih kebiasaan hidup lebih hemat. Cara ini juga membantu Anda mengidentifikasi pengeluaran yang bisa dipangkas serta membiasakan diri hidup dengan anggaran yang lebih ketat.
3. Lunasi Utang dan Tagihan Kartu Kredit Terlebih Dahulu
Resign dengan beban utang yang masih menumpuk akan memperberat tekanan finansial selama Anda mencari peluang baru. Maka dari itu, prioritaskan utang yang berbunga tinggi atau yang terkait langsung dengan kantor.
Tagihan wajib seperti listrik, internet, dan cicilan kartu kredit tetap harus dibayar meski Anda sudah tidak berpenghasilan tetap. Jangan sampai tunggakan menumpuk dan merusak skor kredit Anda, yang akan menyulitkan pengajuan pinjaman di masa depan. Melunasinya sebelum resign sangat dianjurkan agar beban finansial tidak bertambah berat.
4. Siapkan Asuransi Kesehatan Pengganti Fasilitas Kantor
Begitu resign, fasilitas seperti asuransi kesehatan, kecelakaan, atau asuransi jiwa dari kantor akan otomatis hilang. Risiko kesehatan tak terduga tanpa perlindungan asuransi bisa menghabiskan dana darurat yang sudah susah payah dikumpulkan. Oleh karena itu, pos ini tidak boleh dilewatkan dalam persiapan resign.
Oleh karena itu, pastikan Anda sudah memiliki polis asuransi pribadi sebelum meninggalkan kantor agar perlindungan kesehatan tidak terputus. Anda perlu menyiapkan asuransi pengganti sesuai kebutuhan diri sendiri dan keluarga sebelum surat pengunduran diri diserahkan.
5. Tetapkan Timeline dan Proyeksi Pemasukan Alternatif
Tetapkan batas waktu pribadi untuk mencari sumber penghasilan baru, misalnya target maksimal satu hingga tiga bulan setelah resign. Disiplin terhadap timeline ini sangat penting agar masa transisi tidak berlarut-larut dan Anda tetap fokus mencari peluang baru. Deadline ini membantu menjaga semangat dan mencegah rasa terlena selama masa transisi.
Proyeksi pemasukan alternatif tidak harus langsung berupa pekerjaan tetap baru. Freelance atau usaha kecil bisa menjadi jembatan sementara sebelum Anda mendapatkan penghasilan tetap kembali.
Kumpulkan Dana Darurat Lebih Cepat dengan GoPay
Untuk mempercepat pengumpulan dana darurat, Anda bisa memanfaatkan kemudahan transfer saldo. GoPay adalah aplikasi transfer uang gratis yang memungkinkan Anda memindahkan saldo ke sesama akun GoPay atau ke rekening bank hingga seratus kali per bulan tanpa biaya admin. Dengan begitu, proses menyisihkan dana darurat menjadi lebih praktis.
Dana yang tadinya terpotong biaya admin bisa dialihkan langsung untuk menambah pos dana darurat atau melunasi utang lebih cepat. Sebelum benar-benar nekat resign, pastikan lima hal finansial di atas sudah beres agar masa transisi Anda berjalan lancar tanpa tekanan keuangan.













