Luciano Spalletti resmi menggelar konferensi pers pertamanya sebagai pelatih baru Juventus pada Jumat (31/10/2025). Dalam pertemuan perdananya dengan media, pelatih asal Tuscan itu langsung menetapkan standar tinggi, menegaskan bahwa Juventus masih bisa bersaing memperebutkan Scudetto musim ini, meski ia hanya dikontrak jangka pendek.
Mantan pelatih timnas Italia itu ditunjuk menggantikan Igor Tudor yang dipecat awal pekan ini setelah Juventus gagal menang dalam delapan laga beruntun.
Berikut adalah lima poin penting yang terungkap dari konferensi pers pertama Luciano Spalletti:
1. Target Tetap Scudetto
Meski Juventus kini terpuruk di peringkat ke-8 klasemen Serie A, Spalletti menolak untuk sekadar membidik target minimal lolos ke Liga Champions. Ia menegaskan bahwa DNA Juventus adalah bertarung untuk gelar juara.
“Kami harus membidik puncak, dan dalam hal ini, puncaknya adalah perebutan gelar (Scudetto). Ini yang kami diskusikan dengan para pemain kemarin,” kata Spalletti.
“Musim baru berjalan sembilan pertandingan, masih ada 29 laga tersisa. Saya sudah melihat segala macam hal dalam 30 tahun karier saya. Saya tidak melihat alasan mengapa saya harus puas (hanya dengan target minimal),” tegasnya.
2. Tak Khawatir Kontrak Jangka Pendek
Spalletti hanya menandatangani kontrak berdurasi delapan bulan, atau hingga akhir musim 2025-26. Kontrak itu baru akan diperpanjang jika ia berhasil membawa Juventus lolos ke Liga Champions musim depan.
Namun, pelatih berusia 66 tahun ini sama sekali tidak khawatir dengan kesepakatan jangka pendek tersebut.
“Jika saya tidak percaya bahwa tim ini memiliki potensi, mengapa saya harus menerima kontrak delapan bulan?” ujarnya. “Untungnya, karena karier saya dan apa yang telah diberikan sepak bola, saya tidak memerlukan jaminan atas masa depan saya. Kami menjalani pengalaman ini bersama, dan saya merasa ini situasi yang sangat sederhana, jujur, dan jelas.”
3. Balasan Keras untuk Kritik Fans Napoli
Ini adalah momen paling menegangkan dalam konferensi pers. Spalletti membalas kritik tajam dari fans dan media di Naples, yang menuduhnya melanggar janji untuk tidak melatih klub Italia lain setelah membawa Napoli meraih Scudetto pada 2023.
Spalletti menjelaskan bahwa opsi untuk tidak bergabung dengan klub Italia lain hanya berlaku untuk musim 2023-24. Setelah itu, ia “bebas” mengambil jalur profesional lain.
“Mereka yang menggunakan situasi ini untuk menyerang saya, telah memutarbalikkan kenyataan dari konteksnya, dan Anda bisa memahami niat mereka,” ujarnya dengan nada suara yang sedikit meninggi.
Sebagai bukti bahwa ia masih menghormati Napoli, Spalletti mengungkap bahwa ia meminta tes medisnya pagi itu dilakukan di lengan kanan. Alasannya, di lengan kirinya terdapat tato yang ia buat setelah memenangkan Scudetto bersama Napoli.
4. Rencana untuk Vlahovic dan Koopmeiners
Spalletti juga membahas rencananya untuk dua pemain kunci. Mengenai Dusan Vlahovic, yang kontraknya akan habis akhir musim ini dan kemungkinan tidak akan diperpanjang, Spalletti bersikap pragmatis.
“Dengan Vlahovic, itu mudah. Saya akan berbicara dengannya. Saya tidak menerima batasan apa pun dari klub mengenai pemain mana pun. Saya akan melihat apa yang dia lakukan… berdasarkan pertandingan terakhir (melawan Udinese), dia memiliki niat yang jelas, dan perilaku itu memperbaiki segalanya.”
Ia juga sangat memuji Teun Koopmeiners, gelandang yang dibeli mahal €60 juta namun belum tampil maksimal. Spalletti mengungkapkan bahwa ia pernah mencoba merekrut pemain Belanda itu saat masih melatih Napoli.
5. Taktik: Dari 3 Bek ke 4 Bek
Spalletti mengonfirmasi bahwa ia hanya punya satu sesi latihan sebelum laga debutnya melawan Cremonese. Karena keterbatasan waktu, ia kemungkinan akan memulai dengan formasi tiga bek, mirip dengan yang digunakan Tudor.
Namun, ia menegaskan bahwa tujuan jangka panjangnya adalah mengimplementasikan formasi empat bek. Terlepas dari taktik, Spalletti menuntut mentalitas menyerang dari timnya.
“Sepak bola juga merupakan sebuah pertunjukan, seseorang mencoba membuat produk yang bagus, produk berkualitas bagi mereka yang menonton,” katanya. “Tapi pertama-tama, kami harus menang di lapangan dan kemudian berbicara tentang hal lain.”














