Agar Daerah Miskin Cepat Ketahuan, Mendagri Tito Perintahkan BPS Umumkan Capaian Ekonomi Tiap Bulan

Agar Daerah Miskin Cepat Ketahuan, Mendagri Tito Perintahkan BPS Umumkan Capaian Ekonomi Tiap Bulan

Iwan Medium.jpeg

Sabtu, 1 November 2025 – 23:09 WIB

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian usai rapat evaluasi 4 DOB Papua bersama Komisi II DPR RI dan pemerintah lainnya di Gedung DPR Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/7/2025). (Foto: Inilah.com/Reyhaanah)

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian usai rapat evaluasi 4 DOB Papua bersama Komisi II DPR RI dan pemerintah lainnya di Gedung DPR Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/7/2025). (Foto: Inilah.com/Reyhaanah)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Mulai bulan depan, jangan kaget jika Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan capaian pertumbuhan ekonomi tiap bulan. beda dengan sebelumnya yang diumumkan per 3 bulan alias triwulan atau kuartal.

Perubahan itu mengikuti instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian kepada BPS agar mengganti jadwal pelaporan kinerja pertumbuhan ekonomi, menjadi bulanan.

“Saya minta BPS, entah bagaimana caranya, laporan pertumbuhan ekonomi yang disampaikan per bulan,” ujar Mendagri Tito di Jakarta, dikutip Sabtu (1/11/2025).

Dia lantas menugasi Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti untuk mencari rumusan baru guna mengakomodir permintaan tersebut. Alasannya, data penunjang pertumbuhan ekonomi, termasuk angka inflasi sangat dinamis. Jika disampaikan per bulan akan sangat membantu daerah dalam menerapkan strategi ekonominya.

“Nantinya, kita semakin mudah petakan. Kita bisa tahu daerah yang pertumbuhannya tinggi, mana. Yang masih minus, kita lebih genjot lagi. Cari aka permasalahannya, persis rumus inflasi,” kata Mendagri Tito.

Sebelumnya, BPS memang hanya melaporkan perkembangan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional setiap kuartal, dengan laporan terakhir pada kuartal II-2025 lalu.

Sepanjang April hingga Juni, pertumbuhan ekonomi nasional menclok di level 5,12 persen. Melejit ketimbang kuartal I-2025 yang hanya 4,82 persen.

Berdasarkan kalender resminya, BPS dijadwalkan mengumumkan laporan pertumbuhan ekonomi atau PDB (Produk Domestik Bruto) kuartal III-2025 pada 5 November 2025.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa membocorkan laporan PDB Indonesia, sepanjang kuartal III-2025, akan lebih rendah ketimbang capaian kuartal sebelumnya.

Pernyataan tersebut, disampaikan Menkeu Purbaya usai melakukan pertemuan dengan pimpinan Badan Pusat Statistik (BPS) di kantornya, Jakarta, Selasa (28/10/2025). “Mungkin lebih rendah [dibandingkan kuartal sebelumnya], lebih rendah sedikit, sedikit di atas 5 persenlah,” ujar Purbaya.

Meski demikian, Menkeu Purbaya memastikan ekonomi akan tetap membaik ke depan. Otoritas fiskal, kata dia, juga optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 akan berada di atas 5,5 persen.

“Hal yang paling penting ekonomi sudah [mulai kelihatan] berubah. Karena perekonomiannya membaik, dan pesannya itu dari pemerintah, ke depan ekonominya lebih bagus,” tutur dia.

Di sisi lain, perekonomian Indonesia diperkirakan tumbuh melambat pada kuartal III tahun ini dengan prediksi capaian pertumbuhan hanya 0,95 persen (quarter-to-quarter/qtq).

Prediksi tersebut lebih rendah dibanding perkiraan survei sebelumnya, yang memperkirakan laju Produk Domestik Bruto pada kuartal ketiga akan mencapai 1persen secara kuartalan.

Sementara itu, dalam hitungan tahunan (year on year/yoy), perekonomian domestik diperkirakan tumbuh 4,8 persen pada kuartal III-2025, tak berubah dari proyeksi sebelumnya.

Survei juga memprediksi, laju PDB pada kuartal IV-2025 akan melambat dengan pertumbuhan cuma 4,7 persen (yoy).

Alhasil pada keseluruhan tahun, ekonomi RI diprediksi tumbuh 4,9 persen pada tahun ini, selanjutnya pada 2026, lajunya tak berubah. Baru pada 2027, pertumbuhan ekonomi diperkirakan sedikit naik jadi 5 persen.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today