BMKG memprakirakan fenomena La Nina lemah akan berkembang di Indonesia akhir 2025, memicu musim hujan datang lebih awal di 42,1 persen wilayah. (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan dua faktor utama yang memicu peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Suhu permukaan laut yang lebih hangat dari rata-rata dan aktifnya monsun Asia disebut menjadi penyebab tingginya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memperingatkan bahwa kondisi ini turut meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Masyarakat diimbau waspada terutama selama puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026.
“Suhu muka laut di perairan Indonesia saat ini berkisar 0,5 hingga 3 derajat Celsius lebih hangat dari normal. Hal ini memperkuat proses penguapan dan pembentukan awan hujan,” ujarnya dalam konferensi pers “Kesiapan Menghadapi Puncak Musim Hujan 2025-2026” di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
Dwikorita menambahkan, angin monsun Asia yang aktif sejak November membawa dampak signifikan. Massa udara lembap dari Samudra Hindia yang bergerak menuju Indonesia memperkaya kandungan uap air di atmosfer, sehingga potensi hujan lebat semakin meningkat.
Kombinasi kedua faktor tersebut, menurut BMKG, memperkuat potensi hujan lebat di beberapa wilayah. Daerah yang perlu siaga antara lain Jawa bagian barat dan tengah, Sumatra bagian barat, serta Kalimantan bagian barat.
Faktor pendukung lainnya adalah kemunculan fenomena La Nina lemah yang terdeteksi sejak Oktober. Dwikorita menyatakan fenomena ini diprediksi bertahan hingga Maret 2026, yang dapat memperpanjang periode curah hujan tinggi.
“Indeks La Nina saat ini berada di kisaran minus 0,61, sudah melewati ambang La Nina lemah. Ini bisa memperpanjang musim hujan di sebagian wilayah,” tegasnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk aktif memantau informasi peringatan dini cuaca melalui kanal resmi. Kewaspadaan diperlukan guna mengantisipasi potensi genangan, banjir, dan tanah longsor yang mungkin terjadi akibat curah hujan ekstrem dalam beberapa bulan ke depan.














