Kepala Keamanan Rusia, Sergey Shoygu, menegaskan bahwa negaranya akan uji coba nuklir jika AS memulai. (Foto: Sputnik/Vadim Saviskiy)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Dunia kembali menahan napas menyikapi memanasnya retorika senjata nuklir antara dua kekuatan besar. Kepala Dewan Keamanan Rusia, Sergey Shoygu, dengan tegas menyatakan bahwa Moskow akan segera melakukan uji coba nuklir jika Amerika Serikat (AS) atau negara lain terlebih dahulu mengambil langkah tersebut.
Pernyataan Shoygu ini muncul bak respons kilat, hanya sehari setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan militer AS untuk memulai kembali proses pengujian senjata nuklir, sebuah aktivitas yang telah dihentikan selama 33 tahun.
Shoygu menegaskan sikap Rusia yang tidak akan tinggal diam. “Presiden Rusia Vladimir Vladimirovich Putin, panglima tertinggi, telah menanggapi hal ini. Jika mereka mulai melakukan uji coba, tentu saja kami akan melakukan hal yang sama,” ujar Shoygu kepada para wartawan, dikutip dari Anadolu Agency, Minggu (2/11/2025).
Ia menambahkan, respons ini adalah langkah yang wajar dan proporsional. “Saya lihat tak ada hal yang baru di sini; ini adalah respons yang wajar. Jika mereka tidak melakukannya, kami juga tidak akan melakukannya,” katanya, menggarisbawahi prinsip timbal balik yang dipegang teguh oleh Kremlin dalam isu sensitif ini.
Perintah Trump di Truth Social: Proses Dimulai Segera
Pemicu ketegangan ini adalah pernyataan eksplosif dari Donald Trump. Melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada Kamis, Trump mengumumkan bahwa ia telah memberikan perintah langsung kepada Departemen Pertahanan AS (Pentagon) untuk segera memulai uji coba senjata nuklir.
“Proses itu akan segera dimulai,” tulis Trump.
Perintah ini secara fundamental berpotensi mengakhiri moratorium uji coba nuklir yang telah berlaku sejak Perang Dingin. Keputusan ini jelas merupakan sinyal serius bagi perjanjian pengendalian senjata global dan berpotensi memicu perlombaan senjata baru antarnegara adidaya.
Moskow Klaim Belum Uji Coba Senjata Nuklir Sesungguhnya
Sebelumnya, Moskow telah mengklarifikasi posisi mereka terkait aktivitas nuklir. Meskipun Rusia pada bulan yang sama telah menguji rudal jelajah dan torpedo otonom yang ditenagai oleh energi nuklir, Kremlin menegaskan bahwa mereka belum melakukan pengujian senjata nuklir yang sebenarnya.
Uji coba yang dilakukan sejauh ini berfokus pada sistem pengiriman (rudal) dan sistem propulsi (tenaga nuklir), bukan pada peledakan hulu ledak nuklir itu sendiri.
Sikap tegas dari Sergey Shoygu ini memperjelas bahwa Rusia siap merespons setiap eskalasi dari pihak AS, menempatkan dunia dalam situasi yang mengingatkan pada era Perang Dingin.
Kini, semua mata tertuju pada Washington dan Moskow, menanti langkah diplomatik atau militer yang akan menentukan arah stabilitas keamanan global ke depan.














