Penusukan Massal di Kereta Inggris: Saksi Mata Awalnya Anggap Prank Halloween

Penusukan Massal di Kereta Inggris: Saksi Mata Awalnya Anggap Prank Halloween

Ikhsan Medium.jpeg

Senin, 3 November 2025 – 18:35 WIB

Sejumlah saksi mata menceritakan momen mengerikan penikaman di kereta London yang terjadi sehari setelah perayaan Halloween. (Foto: AFP/Justin Tallis)

Sejumlah saksi mata menceritakan momen mengerikan penikaman di kereta London yang terjadi sehari setelah perayaan Halloween. (Foto: AFP/Justin Tallis)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Horor nyata terjadi di kereta London, Inggris, Sabtu (1/11/2025) malam, sehari setelah perayaan Halloween. Sejumlah saksi mata menceritakan momen mengerikan saat seorang pria mengamuk dan melakukan penikaman massal di dalam gerbong, melukai setidaknya 11 orang.

Salah satu saksi, Alistair Day, menaiki kereta dari Doncaster menuju King’s Cross pada pukul 18.25. Tak lama setelah pindah ke gerbong kereta makan, Day melihat pemandangan yang seketika membuat lidahnya kelu: orang-orang berlumuran darah berlarian ke arahnya.

Awalnya, Day mengira itu hanyalah lelucon murahan dalam rangka Halloween atau ulah mahasiswa. “Saya pikir itu lelucon, Halloween atau mahasiswa. Lalu mereka semakin berisik,” kata Day kepada BBC, dikutip Senin (3/11/2025).

Namun, Day dengan cepat menyadari situasi yang sebenarnya. Mereka betul-betul terluka parah dan berusaha mencari tempat berlindung dari pelaku penusukan. Day lantas bergabung dengan sekelompok orang yang dengan panik berusaha menutup pintu gerbong dan menguncinya rapat-rapat agar pelaku tak bisa masuk.

Day melihat langsung laki-laki yang membawa pisau mencoba menerobos masuk, namun gagal karena pintu sudah terkunci. Ia juga mengingat ada seorang penumpang yang mengenakan pakaian olahraga Nottingham Forest menyatakan kesiapan untuk menghadapi pelaku. Belakangan, Day melihat pria berani itu di peron kereta dalam kondisi berlumuran darah.

Melawan Pelaku dengan Sebotol Wiski

Kesaksian serupa dialami Olly Foster. Ia juga sempat mengira teriakan penumpang lain soal penusukan adalah bagian dari prank Halloween. Kengerian baru terasa saat ia melihat orang-orang berdesak-desakan dan mendorong pintu gerbong.

Foster bergegas berlindung di ujung gerbong. Ia sempat berbicara dengan penumpang lain, mencoba merencanakan perlawanan terhadap pelaku. Namun, mereka hanya punya modal nekat dan sebotol wiski di tangan. Menyadari keterbatasan alat, Foster memilih meninggalkan gerbong dan berdoa agar pelaku tak sempat masuk. Setelah turun, ia baru melihat seluruh kengerian tersebut.

“Ada tiga orang yang mengalami pendarahan hebat,” kata Foster.

Kesaksian lain datang dari Joe (24), yang melihat orang-orang berlarian panik di gerbongnya. “Kamu harus lari, kamu harus lari,” teriak salah satu di antara mereka.

Joe, yang awalnya tidak menyadari apa yang terjadi, bergegas lari meninggalkan barang-barang miliknya setelah melihat pemandangan yang mengerikan. “Anda melihat sekeliling dan ada darah di mana-mana,” ucapnya.

Imbas serangan mendadak tersebut, total 11 orang terluka. Pihak kepolisian Inggris sudah berhasil menangkap pelaku penusukan dan kini berada dalam tahanan. Hingga kini, aparat masih bekerja keras menyelidiki motif di balik serangan yang menimbulkan ketakutan massal di salah satu moda transportasi publik utama Inggris itu.

Topik
Komentar

Visited 5 times, 1 visit(s) today