Kasus kematian influencer Taiwan, Rapper kontroversial namewee ditangkap narkoba di hotel yang sama. (Foto: Cna)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Rapper kontroversial asal Malaysia, Namewee, telah didakwa atas penggunaan dan kepemilikan narkoba ilegal. Kasus ini menjadi sorotan tajam setelah polisi Kuala Lumpur mengonfirmasi bahwa penangkapan itu terjadi di hotel yang sama dan pada waktu yang sama saat influencer Taiwan, Iris Hsieh, ditemukan tewas.
Menurut laporan media lokal pada Senin (3/11/2025), rapper berusia 42 tahun itu ditangkap bulan lalu namun kini telah dibebaskan dengan jaminan. Ia dilaporkan mengaku tidak bersalah atas kedua dakwaan tersebut.
Kepala Polisi Kuala Lumpur, Fadil Marsus, menyatakan bahwa Namewee ditangkap pada 22 Oktober di sebuah kamar hotel. Dalam penangkapan itu, polisi menemukan pil yang diyakini sebagai ekstasi (MDMA).
Fadil menegaskan bahwa Namewee kemudian dites positif menggunakan berbagai zat terlarang, termasuk amfetamin, metamfetamin, ketamin, dan THC.
Jika terbukti bersalah atas kepemilikan narkoba, Namewee terancam hukuman penjara hingga lima tahun dan hukuman cambuk.
Seorang pejabat polisi mengonfirmasi kepada media lokal bahwa Namewee berada di hotel tersebut pada saat yang bersamaan dengan Iris Hsieh, influencer Taiwan yang ditemukan tewas di bak mandi kamar hotelnya.
Melalui unggahan di akun Instagram-nya pada Minggu (3/11), Namewee membantah keras tuduhan penggunaan atau kepemilikan narkoba.
“Kebenaran akan terungkap ketika laporan polisi dirilis,” tulisnya.
Dalam unggahan yang sama, Namewee juga menyinggung kematian Hsieh.
Ia mengaku “sangat menyesal” atas kematian sang influencer dan mengeluhkan respons darurat yang lambat, dengan menyatakan ambulans membutuhkan “hampir satu jam” untuk tiba di lokasi.
Namewee juga mengklaim bahwa dia telah menerima “pemerasan” (blackmail) dalam beberapa hari terakhir, meskipun tidak jelas apakah itu terkait dengan kasus narkobanya atau kematian Hsieh.
Namewee, yang dikenal dengan lagu-lagu satir, telah lama memicu kontroversi di Malaysia.
Pada tahun 2016, ia ditangkap karena video musik “Oh My God” yang dianggap menyinggung sensitivitas agama. Pada tahun 2021, lagunya “Fragile” yang menyentuh isu sensor Tiongkok dan Taiwan, dilarang beredar di Tiongkok.














