Nilai Tukar Mata Uang Garuda Ambruk Rp16.650/Dolar AS, Bos BI Tetap Santai Saja

Nilai Tukar Mata Uang Garuda Ambruk Rp16.650/Dolar AS, Bos BI Tetap Santai Saja

Iwan Medium.jpeg

Selasa, 4 November 2025 – 05:09 WIB

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (Foto: Antara).

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (Foto: Antara).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Dalam penutupan perdagangan Senin (3/11/2025), nilai tukar mata uang garuda alias rupiah, semakin tertekan di hadapan mata uang AS (dolar AS). Posisinya ambruk ke level Rp16.650 per dolar AS. Terlemah sejak September 2025.

Atas fenomena ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo santai saja mengungkapkan penyebabnya. Di mana, rupiah masih mencatatkan pelemahan terhadap dolar AS. Berdasarkan data Refinitiv, nilai tukar rupiah harus mengakui kekuatan dolar AS dengan terdepresiasi 0,15 persen, atau turun ke posisi Rp16.650 per dolar AS. Hal ini sekaligus menjadi level penutupan rupiah paling lemah sejak 30 September 2025.

Perry mengatakan, hingga akhir Kuartal III-2025, kurs rupiah memang masih mengalami pelemahan. Dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global yang masing tinggi.

“Akhir kuartal III-2025 sempat melemah 1,05 persen dari level Agustus, sejalan dengan ketidakpastian global yang meningkat tinggi,” kata Perry saat konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/11/2025).

Meski begitu, Perry menegaskan, tren kurs rupiah sebetulnya masih terus dalam posisi penguatan ke depannya. Ditopang oleh faktor fundamental ekonomi Indonesia dan berbagai langkah kebijakan stabilitas oleh BI.

“Waktu itu dengan kebijakan-kebijakan dan komitmen BI, rupiah menguat pada 31 Oktober 2025 yang tercatat 16.630/US$ atau menguat 0,21% dibandingkan level akhir September 2025,” paparnya.

Perry menegaskan, kebijakan kewajiban penempatan devisa hasil ekspor atau DHE SDA juga masih menjadi faktor utama penguat pergerakan nilai tukar rupiah, karena mampu memenuhi pasokan dolar AS hasil ekspor di dalam negeri.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today