Zohran Mamdani Janji Reformasi Pajak dan Sosial, Targetkan Kalahkan Donald Trump

Zohran Mamdani Janji Reformasi Pajak dan Sosial, Targetkan Kalahkan Donald Trump

Wali Kota terpilih New York, Zohran Mamdani, tidak menyia-nyiakan waktu setelah mencetak kemenangan bersejarah dalam pemilu pada Selasa (4/11/2025). Dalam pidato kemenangannya pada Rabu (5/11/2025) dini hari waktu setempat, Wali Kota Muslim pertama New York ini bersumpah akan segera menepati janji utamanya, yakni menjadikan kota metropolitan terbesar di AS ini lebih terjangkau bagi seluruh warganya.

Lebih dari sekadar janji lokal, Mamdani juga menyatakan ambisi politik yang lebih besar: menjadikan kota berjuluk Big Apple ini sebagai model nasional bagi sesama Demokrat untuk mengalahkan Presiden Donald Trump melalui pemungutan suara.

Berbicara di Paramount Theater, Brooklyn, Mamdani, yang meraih lebih dari 50 persen suara, menyerukan para pendukungnya untuk bersatu di sekitar agenda progresif yang berani menjelang kepindahannya ke Gracie Mansion pada Januari 2026.

“Kita akan memulai generasi perubahan, dan jika kita menerima arah baru yang berani ini, alih-alih menghindarinya, kita bisa menanggapi oligarki dan otoritarianisme dengan kekuatan yang mereka takuti, bukan dengan pendekatan tenang yang mereka inginkan,” ucapnya disambut sorak-sorai.

Mengunci Babak Lama dan Menantang Trump

Mamdani menghabiskan sedikit waktu untuk membahas lawannya. Ia bahkan menyampaikan harapan terbaiknya untuk pesaing utamanya, mantan Gubernur New York Andrew Cuomo, yang maju secara independen. Namun, ia menutup babak politik Cuomo dengan tegas.

“Biarlah malam ini menjadi terakhir kalinya saya menyebut namanya saat kita menutup bab politik yang meninggalkan banyak orang dan hanya bertanggung jawab kepada segelintir pihak,” kata Mamdani.

Fokusnya langsung beralih ke tantangan nasional. Mamdani, yang telah diejek Trump sebagai ‘komunis’, membalas kritikan tersebut dengan lantang. Ia mengklaim New York, kota asal Trump, adalah kunci untuk mengalahkan sang Presiden.

“Jika ada yang bisa menunjukkan kepada bangsa yang dikhianati Donald Trump bagaimana mengalahkannya, itu adalah kota yang melahirkannya,” tegas Mamdani, mengacu pada upaya Trump yang telah berbulan-bulan ikut campur, bahkan mengancam akan memotong dana federal jika Mamdani menang.

Program A la Sosialis Demokrat: Upah Minimum Hingga Pajak Baru

Sebagai seorang demokrat sosialis, Mamdani menjalankan kampanye yang sangat berfokus pada keterjangkauan dan layanan sosial. Program unggulan yang dijanjikannya meliputi:
– Penyediaan bus gratis.
– Layanan penitipan anak universal.
– Pendirian toko kelontong yang dikelola kota.
– Penerapan perumahan dengan harga sewa stabil.

Untuk membiayai ambisinya, Mamdani mengusulkan reformasi pajak yang agresif. Ia berencana menaikkan tingkat upah minimum menjadi US$30 per jam (sekitar Rp502 ribu) pada 2030, dari US$16,50 saat ini.

Pembiayaan ini akan diambil dari kenaikan tarif pajak korporasi menjadi 11,5 persen –setara dengan tarif di negara bagian tetangga New Jersey– serta pengenaan pajak penghasilan 2 persen bagi individu yang berpenghasilan lebih dari US$1 juta (sekitar Rp16,7 miliar) per tahun.

Janji Kontroversial Soal Netanyahu

Mamdani juga membuat janji kontroversial yang menyentuh isu geopolitik. Ia berjanji akan memerintahkan Departemen Kepolisian New York (NYPD) untuk menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu jika memasuki kota, mengacu pada surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait kejahatan perang di Gaza.

Janji ini semakin menegaskan Zohran Mamdani sebagai pemimpin yang tidak takut menyentuh isu paling sensitif, baik di tingkat lokal maupun internasional.

Visited 2 times, 1 visit(s) today