Klub Kolombia Putus Kontrak Rodrigo Holgado Usai FIFA Tolak Banding FAM

Klub Kolombia Putus Kontrak Rodrigo Holgado Usai FIFA Tolak Banding FAM

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 5 November 2025 – 19:39 WIB

Striker naturalisasi Malaysia, Rodrigo Holgado. (Foto: Scoop)

Striker naturalisasi Malaysia, Rodrigo Holgado. (Foto: Scoop)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Karier striker naturalisasi Malaysia, Rodrigo Holgado, tampaknya akan berakhir buruk setelah klub asal Kolombia, América de Cali, dikabarkan segera memutus kontraknya menyusul keputusan FIFA yang menolak banding Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

Kabar itu pertama kali diungkap oleh jurnalis olahraga Kolombia melalui unggahan di media sosial X (Twitter). Dalam cuitannya, sang jurnalis menyebut bahwa América de Cali telah menunjuk pengacara untuk menindaklanjuti pemutusan kontrak Holgado secara hukum.

“América de Cali, melalui tim hukumnya, sedang memproses pemutusan kontrak Rodrigo Holgado setelah respons Komite Banding FIFA,” tulis laporan tersebut.
“Sementara itu, Federasi Sepak Bola Malaysia bersiap melanjutkan kasus ini ke tingkat berikutnya, yakni Court of Arbitration for Sport (CAS).”

FIFA Tolak Banding FAM, Sanksi Tetap Berlaku

Keputusan FIFA pada Senin (3/11/2025) menegaskan bahwa seluruh sanksi terhadap FAM dan tujuh pemain naturalisasi Malaysia tetap berlaku tanpa perubahan.
Itu termasuk skorsing 12 bulan untuk setiap pemain dan denda sebesar 350 ribu franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar) bagi FAM.

Holgado, bersama enam pemain lainnya — Facundo Garcés, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Hector Hevel, dan Gabriel Palmero — dinyatakan bersalah karena menggunakan dokumen palsu untuk memperoleh status kewarganegaraan Malaysia.

Karier Holgado di Ujung Tanduk

Sanksi dari FIFA membuat Holgado tidak bisa tampil di semua kompetisi sepak bola resmi selama satu tahun penuh, termasuk bersama klubnya di Kolombia.
Pihak América de Cali disebut menilai bahwa pemain berusia 30 tahun itu telah melanggar klausul profesionalisme dan mencoreng reputasi klub di level internasional.

Langkah pemutusan kontrak ini juga mencerminkan dampak domino dari skandal naturalisasi Malaysia, yang kini tidak hanya menyeret federasi, tetapi juga memukul karier individu pemain yang terlibat.

Holgado sebelumnya merupakan salah satu pemain kunci dalam kemenangan 4-0 Malaysia atas Vietnam di Kualifikasi Piala Asia 2027 — laga yang kemudian menjadi pusat investigasi FIFA.

FAM Siap Bawa Kasus ke CAS

Meski bandingnya ditolak, FAM menegaskan akan membawa kasus ini ke Court of Arbitration for Sport (CAS) di Swiss sebagai langkah terakhir.
Federasi tersebut bersikeras bahwa para pemain bertindak dengan itikad baik dan bahwa dokumen naturalisasi disiapkan secara sah oleh otoritas administrasi Malaysia.

Namun, keputusan FIFA yang kini sudah final di tingkat internal organisasi diyakini akan sulit untuk dibatalkan.
Sejumlah pakar hukum olahraga menilai peluang FAM di CAS sangat tipis, mengingat bukti pemalsuan yang diajukan FIFA telah diverifikasi lintas negara, termasuk Spanyol, Argentina, Belanda, dan Brasil.

Skandal yang Menghancurkan Reputasi Malaysia

Kasus ini menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah sepak bola Malaysia. Selain merusak reputasi FAM, kasus ini juga mengguncang karier para pemain asing yang semula diharapkan bisa mengangkat prestasi tim nasional.

Kini, nasib Rodrigo Holgado dan enam pemain lainnya berada di ujung tanduk — bukan hanya kehilangan tempat di tim nasional, tetapi juga terancam tanpa klub dan penghasilan hingga akhir 2026.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today