Transformasi Dimulai dari Akar Rumput, Telkom Akses Perkuat Fondasi Organisasi

Transformasi Dimulai dari Akar Rumput, Telkom Akses Perkuat Fondasi Organisasi

Mia Medium.jpeg

Rabu, 5 November 2025 – 13:52 WIB

Ilustrasi telkom akses perkuat organisasi. (Dokumentasi: Telkom Akses).

Ilustrasi telkom akses perkuat organisasi. (Dokumentasi: Telkom Akses).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Transformasi sejati tak cukup hanya bicara teknologi. Perubahan yang berarti justru harus dimulai dari jantung organisasi. Prinsip inilah yang dipegang teguh PT Telkom Akses dalam menghadapi derasnya arus disrupsi digital. Bagi perusahaan ini, inovasi bukan sekadar soal alat, melainkan pembenahan dari hulu memperkuat struktur, nilai, dan manusia di dalamnya.

Direktur Human Capital & Information Technology (HC & IT) Telkom Akses, Nizar, menjelaskan proses transformasi di perusahaannya berpijak pada model kerja 7S McKinsey, mencakup Structure, Skill, System, Strategy, Style, Staff, dan Shared Values. Dengan pendekatan itu, perubahan yang dilakukan tak berhenti di tataran struktural, tapi juga menyentuh kompetensi dan nilai dasar individu.

“Transformasi itu adalah cara kita mengantisipasi perubahan lingkungan dan strategi bisnis. Karena Telkom Akses kini bergerak ke pasar eksternal, kemampuan SDM juga harus ditingkatkan. Kalau orangnya tidak siap, kita tidak bisa mengikuti perkembangan zaman,” tegasnya, Rabu (05/11/2025). 

Langkah awal dimulai dari puncak kepemimpinan. Telkom Akses melakukan penataan di level Board of Directors-1 (BOD-1) dan Board of Directors-2 (BOD-2), satu hingga dua tingkat di bawah Direksi. Tujuannya jelas: memastikan posisi strategis diisi oleh sosok yang memiliki multiskill dan cara pandang efisien. Gelombang pembaruan itu kemudian merembes ke lapisan bawah, hingga ke level supervisor dan teknisi lapangan.

Transformasi yang berjalan juga melahirkan pola baru dalam pengelolaan tenaga kerja kontingen. Telkom Akses tercatat sebagai pionir di lingkungan TelkomGroup dalam membangun sistem kerja outsourcing end-to-end, mulai dari penetapan standar kerja, pengukuran kinerja, hingga pengawasan produktivitas.

Langkah ini diperkuat dengan peningkatan kompetensi teknisi melalui Fiber Academy, serta pemanfaatan IT Tools yang memungkinkan pelanggan memberikan umpan balik langsung atas performa teknisi. Sistem tersebut dirancang untuk menjaga mutu layanan sekaligus memperkuat pengalaman pelanggan di lapangan.

Dengan fondasi organisasi yang kini lebih kokoh, Telkom Akses bersiap melangkah ke tahap transformasi digital yang lebih luas dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan menjadi penopang agar perusahaan tetap relevan di tengah dinamika bisnis yang cepat berubah.

“Kita sadar perubahan tidak bisa dimulai dari bawah, harus dari atas dulu. Begitu struktur di level manajerial dan regional diperbaiki, baru kita bisa memastikan kompetensinya tepat dan efisien,” ungkap Nizar.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today