Polisi Ungkap Sempat Jinakkan 3 Bom Rakitan Aktif Usai Ledakan Pertama di SMAN 72

Polisi Ungkap Sempat Jinakkan 3 Bom Rakitan Aktif Usai Ledakan Pertama di SMAN 72

syahidan.jpg

Selasa, 11 November 2025 – 18:16 WIB

Empat dari kanan: Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025). (Foto: Inilah.com/Syahidan).

Empat dari kanan: Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025). (Foto: Inilah.com/Syahidan).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pascaledakan yang mengguncang SMAN 72 Jakarta, polisi mengungkap fakta mengejutkan. Ternyata, ada tiga bom rakitan lain yang masih aktif dan berhasil dinetralisir di lokasi kejadian.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menjelaskan, langkah penjinakan menjadi prioritas utama dalam proses sterilisasi lokasi. Tim Satbrimob diturunkan untuk mengamankan area sekolah di Kelapa Gading, Jakarta Utara, itu.

“Yang pertama kami melakukan pengamanan dan sterilisasi lokasi kejadian oleh Satbrimob, termasuk penjinakan tiga bom rakitan aktif yang ditemukan di dua titik TKP,” kata Asep dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025).

Polisi pun membawa bahan peledak tersebut untuk dianalisis secara mendetail. Pemeriksaan dilakukan bekerja sama dengan laboratorium forensik pusat Polri.

“Kami juga telah melakukan pemeriksaan terhadap bahan peledak yang digunakan bersama Puslabfor Polri untuk memastikan jenis dan daya ledaknya,” ujarnya.

Dari penyelidikan sementara, terungkap terduga pelaku merupakan siswa aktif di sekolah tersebut. Polisi menyatakan pelaku tampaknya beraksi sendiri tanpa ada kaitan dengan kelompok teroris.

“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, anak yang berkonflik dengan hukum atau yang disingkat ABH yang terlibat dalam ledakan tersebut diketahui merupakan siswa SMA aktif yang bertindak secara mandiri dan tidak terhubung dengan jaringan teror mana pun,” ujarnya.

Dia juga membeberkan kronologi lengkap kejadian yang memilukan itu. Peristiwa ledakan terjadi pada Jumat (7/11/2025) sekitar tengah hari, bertepatan dengan waktu pelaksanaan salat Jumat.

“Puluhan orang mengalami luka-luka,” ujarnya, menegaskan dampak ledakan yang menyebabkan korban jiwa tidak sedikit.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today