Soroti Kejanggalan Bandara IMIP di Morowali, Komisi V DPR Akan Panggil Kemenhub

Soroti Kejanggalan Bandara IMIP di Morowali, Komisi V DPR Akan Panggil Kemenhub

Reyhaanah Medium.jpeg

Jumat, 28 November 2025 – 20:01 WIB

Papan nama Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah. (Foto: Tm/Dailynotif.com)

Papan nama Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah. (Foto: Tm/Dailynotif.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai NasDem, Mori Hanafi menyoroti polemik Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah yang diduga tak dilengkapi dengan otoritas Bea Cukai dan Imigrasi.  

Ia mempertanyakan, apakah bandara tersebut tercatat dalam sistem pengawasan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Kalau bandara kan izinnya ada di Kemenhub. Kami heran, kok ini tidak pernah dibicarakan dalam raker-raker bahwa ada bandara yang semestinya menjadi pengawasan Kemenhub. Dalam hal ini (Direktorat Jenderal) Perhubungan Udara. Kok bisa luput, atau mungkin diawasi, tapi tidak pernah dilaporkan,” ujar Mori di Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Isu keberadaan Bandara IMIP ini, mencuat setelah muncul berbagai kejanggalan dalam operasionalnya yang berlangsung sejak 2019. Muncul dugaan pengawasan negara terhadap bandara tersebut, boleh dibilang tak ada. Karena itu tadi, tak ada Bea Cukai dan Imigrasi.

Mori menyampaikan, Komisi V DPR akan meminta penjelasan resmi dari Kemenhub dalam rapat kerja terdekat yang dijadwalkan pada 2 Desember 2025. Ia juga menyoroti, Bandara IMIP tidak pernah masuk dalam pembahasan terkait radar pengawasan AirNAV maupun TNI AU.

“Saya juga sebagai anggota Pansus UU Pengelolaan Ruang Udara. Setiap kita bicara radar, baik yang di AirNAV maupun yang ada di TNI Angkatan Udara, ini bandara juga enggak pernah dibicarakan,” katanya.

Kekhawatiran Mori bertambah setelah mencuat dugaan adanya penerbangan internasional melalui bandara tersebut tanpa fasilitas bea cukai, imigrasi, maupun pengamanan militer.

“Makanya bayangkan, orangnya gimana stempel paspornya? Dia masuk ke negara kita, kemudian kalau dia bawa barang-barang tertentu, itu kan wajib. Itu juga enggak ada, gimana?” tegas Mori.

Sebelumnya, publik dibikin heboh keberadaan Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Bukan karena nama bandaranya yang tak lazim atau sulit diingat. Tapi memang banyak yang aneh dari bandara ini.

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, misalnya, mengaku heran dengan Bandara IIMIP yang dikunjunginya saat meninjau latihan TNI pada 19 November 2025. Lantaran, bandara tersebut tidak memiliki kehadiran Bea Cukai maupun Imigrasi.

Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP), H Kurniawan punya perasaan sama karena Bandara IMIP sulit diakses. Tidak sembarangan orang yang bisa masuk ke bandara tersebut. “Ini aneh. Negara ke mana selama ini? Saya minta diusut tuntas, siapa yang bermain. Jangan tebang pilih,” kata Kurniawan di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Kurniawan mengingatkan, Bandara IMIP ini, beroperasi sejak diresmikan Presiden Jokowi pada 2019. Menjadi sangat aneh jika operasional fasilitas itu tidak terpantau aparatur negara. “Ini sudah berlangsung cukup lama. Kenapa tidak ada kontrol negara? Atau jangan-jangan sudah dijual” tegasnya.

Dia pun menyoroti dugaan tidak adanya pelayanan bea cukai dan imigrasi di fasilitas tersebut. Dia menilai hal itu sebagai bentuk kelalaian negara. “Negara ke mana selama ini? Saya minta diusut tuntas, siapa yang bermain. Jangan tebang pilih,” ucapnya.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today