Ilustrasi Upah Buruh (Foto: Shutterstock)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengingatkan pemerintah agar tidak gegabah dalam mengerek naik Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026.
Kata Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, besaran UMP 2026 sangat menentukan masuknya dan bertahannya investasi di Indonesia. Jangan sampai tingginya kenaikan UMP 2026 malah mengusir investasi.
“Jadi upah minimum itu jangan sampai mengusir investasi, (dan) yang ingin masuk. Karena banyak pencari kerja di Indonesia,” kata Bob Azam di Jakarta, dikutip Minggu (30/11/2025).
Bob mengusulkan agar peningkatan upah dirundingkan secara bipartit antara pekerja dan pengusahanya. Pengusaha sejauh ini telah mematuhi ketetapan UMP untuk semua industri.
Tapi, dia kembali menegaskan, UMP juga merupakan penentu masuknya investasi. Jika UMP terlalu tinggi, maka adakalanya investor enggan masuk. “Jadi artinya kalau upahnya tinggi, ya dia nggak datang, artinya dia gak investasi di Indonesia. Karena pasti nanti nggak mampu bayar, akibatnya tidak comply. Nah akhirnya mereka pindah,” ungkapnya.
Pandangan senada disampaikan Wakil Ketua Umum Apindo, Sanny Iskandar bahwa besaran UMP 2026 sangat ditunggu kalangan pengusaha. Karena UMP juga menentukan daya saing usaha dan pekerja Indonesia.
“Jadi kita ini sebetulnya pengusaha atau pelaku usaha ini tidak khawatir, tidak takut untuk membayar rupa tinggi atau pemahaman. Namun yang kita khawatirkan, kalau kita itu, kita membayar rupa itu kemahalan.Ya kemahalan ini artinya di sini adalah unsur daya saing, ada unsur daripada produktivitas itu sendiri,” terangnya.
Meski demikian, pihaknya mengaku telah adil dalam memberikan upah. Tetapi peningkatan upah juga harus diiringi dengan peningkatan produktivitas dari pekerja.
“Jadi sebetulnya yang fair, yang diukur itu yang dibandingkan dengan negara lain, itu bukan tingginya daripada upahnya, namun produktivitasnya. Karena produktivitas itu sudah mewakili rasio antara upah yang dibayarkan dengan output yang dihasilkan oleh pekerja,” pungkasnya.














