Kantor The New York Times. (Foto: The Guardian)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
The New York Times (NYT) resmi melayangkan gugatan hukum terhadap perusahaan mesin pencari berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Perplexity. Gugatan yang diajukan pada Jumat (5/12/2025) ini menuduh Perplexity melakukan pelanggaran hak cipta dengan mengambil dan mengemas ulang konten berita tanpa izin maupun kompensasi.
Dalam dokumen gugatan, NYT menuding Perplexity menggunakan teknologi Retrieval-Augmented Generation (RAG) untuk menyedot informasi dari berbagai situs web, termasuk artikel berbayar (paywall) milik NYT. Konten tersebut kemudian disajikan kembali kepada pengguna dalam bentuk ringkasan atau jawaban langsung. Praktik ini dinilai NYT menciptakan produk komersial yang menggantikan fungsi media asli, sehingga merugikan penerbit.
“Perplexity menyediakan produk yang menjadi substitusi bagi media tanpa izin. Kami menolak keras penggunaan konten tanpa lisensi untuk mengembangkan dan mempromosikan produk AI,” tegas Juru Bicara NYT, Graham James, dikutip dari TechCrunch, Minggu (7/12/2025).
Selain masalah hak cipta, NYT juga menyoroti isu akurasi. Perplexity dituduh kerap menghasilkan informasi keliru atau “halusinasi” yang salah diatribusikan kepada NYT, yang berpotensi merusak reputasi kredibilitas media tersebut. Gugatan ini diajukan setelah NYT mengirimkan surat peringatan pada Oktober 2024 namun tidak mencapai kesepakatan lisensi.
Menanggapi langkah hukum tersebut, Kepala Komunikasi Perplexity, Jesse Dwyer, menyatakan bahwa gugatan dari penerbit media merupakan hal lumrah dalam sejarah transisi teknologi.
“Sejak era radio hingga internet, gugatan serupa kerap muncul, namun teknologi tetap berkembang,” ujar Dwyer.
Perplexity berdalih pihaknya telah berupaya merangkul industri media melalui program bagi hasil pendapatan iklan dan layanan berlangganan Comet Plus. Beberapa media seperti TIME, Fortune, dan Getty Images tercatat telah menjalin kerja sama lisensi dengan perusahaan AI tersebut.
Gugatan NYT ini menambah panjang daftar masalah hukum yang dihadapi Perplexity, menyusul tuntutan serupa dari News Corp, Chicago Tribune, hingga Reddit. Sebelumnya, NYT juga telah menggugat OpenAI dan Microsoft atas isu serupa, meski di sisi lain mereka tetap membuka kerja sama lisensi resmi, seperti kesepakatan yang telah terjalin dengan Amazon.














