Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono saat ditemui di The Kasablanka Hall, Jakarta Selatan, Sabtu (29/11/2025). (Foto: inilah.com/Vonita Betalia)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan jalur penghubung antara Sumatera Barat (Sumbar) dengan Riau terputus pasca bencana banjir.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) dan Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) bertajuk ‘Dari Infrastruktur ke Inklusivitas: Jalan Menuju Ekonomi 8 persen’.
Ia menjelaskan jalur penghubung ini merupakan urat nadi infrastruktur konektivitas yang menghubungkan Sumbar dan Riau, menghubungkan Padang dengan Tanah Datar, dengan Payakumbuh, dengan Padang Panjang, dengan Bukittinggi, Kabupaten 50 Kota yakni Lembah Anai.
“Ini hancur. Padahal ini jalan nasional yang sangat vital bagi ekonomi dan transportasi manusia. Untuk alternatifnya jalan provinsi pun hancur, jadi orang harus memutar sampai 5-6 jam,” ucap AHY di Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025).
Bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), kepala daerah, Polres, dan Forkopimda, dia kemudian sempat meminta agar adanya jalur yang tersambung meski hanya bersifat sementara atau temporer.
“Karena untuk membangun yang permanen butuh waktu kira-kira 6 bulan secepat-cepatnya dengan cuaca bagus. Impossible saya bilang, kalau satu minggu bisa enggak pak. Alhamdulillah kemarin banget saya video call dengan Bupati dan jajaran balai di sana, sudah bisa digunakan secara temporer walaupun hanya satu jalur, lima hari,” tuturnya.
Ia lantas menegaskan, bila banyak pihak yang mengatakan untuk tidak perlu datang ke lokasi bencana dan cukup memantau dari jauh, ia menilai justru hal ini tidak benar.
“Presents are matters, leadership are matters, dari 12 hari, dari 2 minggu menjadi 5 hari (pembangunannya). Jadi tidak ada yang autopilot di negara ini. Sehingga kita juga bisa menyapa langsung masyarakat, mereka punya harapan,” tegasnya.
AHY mengakui bila kinerja pemerintah juga masih jauh dari kata sempurna, namun ia menyebut bila negara hadir maka masyarakat setidaknya memiliki harapan.
“Dan hope is something yang begitu penting, karena dengan adanya harapan orang bisa tetap hidup dan bertahan,” pungkasnya.












