Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Inilah.com/Clara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto merespons usulan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung terkait Kota Tua masuk proyek strategis nasional (PSN).
Dia mengaku, usulan Mas Pram, sapaan akrab Gubernur DKI itu, saat ini, tengah dikaji karena memerlukan pembahasan yang lebih detail. “Kita sudah bahas, tetapi kita perlu detail lagi. Karena, itu kerja sama antara pemerintah DKI,” ujar Menko Airlangga kepada wartawan, Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Lebih lanjut, Menko Airlangga mengatakan, untuk menetapkan PSN, diperlukan beberapa tahapan dan penghitungan nilai investasi. Alasannya, banyak aset-aset BUMN di proyek tersebut. “Banyak aset-aset BUMN di bawah Danantara. Jadi kita minta tahap pertama mana, tahap kedua berapa, dan total investasinya berapa,” kata dia.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambangi kantor Kementerian Perekonomian untuk meminta agar pengembangan Kota Tua dan pembangunan rumah sakit (RS) internasional di eks lahan Sumber Waras masuk PSN.
“Kenapa kami usulkan menjadi PSN? Karena itu tadi, supaya mendapatkan treatment di dalam proses pembangunannya menjadi lebih mudah, lebih baik,” ujar Mas Pram di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).
Khusus pengembangan Kota Tua, dia bilang, Pemprov DKI akan memulai pada 2026, berupa penyediaan infrastruktur dasar seperti pedestrian, sungai dan perbaikan jalan. Dalam hal ini bekerja sama dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) karena sebagian besar aset milik pemerintah pusat dan BUMN.
Dia menargetkan, renovasi atau penyempurnaan Kota Tua sudah bisa dilakukan pada 2027 dan moda transportasi MRT sudah terhubung pada 2029. Jika sudah begitu, ia yakin kondisi Kota Tua akan jauh berbeda dibandingkan saat ini.














