Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengaku keteteran menghadapi kementerian/lembaga yang meminta pencairan anggaran di penghujung tahun.
Namun, dia mengatakan, serapan anggaran di akhir tahun, terakselerasi optimal. “Terus terang kita agak keteteran tuh, karena mereka minta duit terus, minta duit terus. Jadi kita agak kendalikan sedikit,” ujar Menkeu Purbaya saat konferensi pers APBN Kita, di Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Sabtu (20/12/2025).
Menkeu Purbaya menyebut, hal itu merupakan tanda bahwa K/L saat ini, lebih siap dalam menyerap anggaran dibandingkan awal tahun.
Meski demikian, dia menegaskan belum ada rencana untuk mengubah postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
“Artinya, mereka sudah lebih siap membelanjakan anggarannya tahun depan. Jadi kita enggak ngerubah APBN, berdasarkan apa yang ada sekarang. Saya pikir, mereka sudah lebih siap dari yang sebelumnya,” kata dia.
Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu mengakui fenomena tersebut bisa muncul lantaran dirinya pernah mengancam K/L jika serapan anggaran tak optimal.
“Jadi dari situ bisa menunjukan mereka lebih siap dibandingkan sebelumnya, apalagi mereka takut kalau enggak belanja saya potong anggarannya,” tutur dia.
Di sisi lain, Menkeu Purbaya menyampaikan, perekonomian Indonesia pada tahun depan, bisa menyentuh level 6 persen, Meskipun asumsi pemerintah dalam APBN 2026 berada di angka 5,4 persen.
“Sekarang, saya kan sedang hidupkan semua mesin ekonomi. Fiskal sudah mulai jalan, moneter sudah semakin sinkron, iklim investasi akan diperbaiki. Saya tetap melihat 6 persen bukan angka yang mustahil untuk 2026, walaupun asumsi kita di 5,4 persen,” ungkap dia.












