Satgas Debottlenecking Dibentuk, Pemerintah Kejar Percepatan Investasi

Satgas Debottlenecking Dibentuk, Pemerintah Kejar Percepatan Investasi

Clara Medium.jpeg

Rabu, 24 Desember 2025 – 11:56 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (21/11/2025) (Foto: ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (21/11/2025) (Foto: ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah membentuk satuan tugas (satgas) debottlenecking untuk mengurai berbagai hambatan yang mengganjal dunia usaha di Indonesia. Satgas ini disiapkan guna mempercepat investasi dan memperbaiki iklim bisnis nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pembentukan satgas tersebut saat bertemu dengan investor Amerika Serikat (AS) di sela kunjungannya ke Washington DC. Pertemuan itu digelar bersama United States–ASEAN Business Council (USABC).

“Telah dibentuk Satgas Debottlenecking yang secara khusus ditujukan untuk menyelesaikan semua hambatan yang dialami dunia usaha di Indonesia,” ujar Airlangga dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Dalam dialog tersebut, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama dan investasi perusahaan AS di sejumlah sektor strategis. Di antaranya bidang alat kesehatan, keuangan digital, produk makanan dan minuman, hingga alat utama sistem persenjataan (alutsista) bersama perusahaan seperti GE Healthcare, Chubb, Visa, PepsiCo, dan Lockheed Martin.

Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian perundingan perdagangan resiprokal atau Agreements on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Selain itu, forum tersebut dimanfaatkan pemerintah untuk menyerap masukan langsung dari pelaku usaha AS terkait perkembangan dan substansi perundingan yang tengah berjalan.

Airlangga menjelaskan, sejumlah hasil utama dicapai dalam pertemuan itu. Pemerintah Indonesia menyatakan komitmennya untuk membuka akses pasar bagi produk-produk AS, menyelesaikan berbagai hambatan non-tarif, serta memperkuat kerja sama di bidang perdagangan digital, teknologi, keamanan nasional, dan kemitraan komersial.

Di sisi lain, Amerika Serikat menyampaikan komitmen memberikan pengecualian tarif terhadap sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di AS. Produk tersebut antara lain minyak kelapa sawit, kakao, kopi, teh, dan komoditas lainnya.

Selain itu, Airlangga dan perwakilan perusahaan AS turut membahas sejumlah isu investasi dan perdagangan, termasuk perkembangan agenda deregulasi, penyesuaian aturan devisa hasil ekspor, serta konsistensi komitmen pemerintah Indonesia dalam perundingan dagang bilateral.

“Hasil pertemuan dengan USTR telah menyepakati isu-isu utama dan isu teknis yang menjadi substansi dalam dokumen ART. Karena itu dokumen ART akan ditandatangani oleh Presiden Prabowo dan Presiden Trump sebelum akhir Januari 2026,” ucapnya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, Staf Khusus Kemenko Perekonomian Rizal Mallarangeng, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Kemenko Perekonomian Irwan Sinaga.

Visited 4 times, 1 visit(s) today