Ironi Perang Dagang Trump: Subsidi US$12 Miliar untuk Petani Disebut ‘Bencana Berbasis Tarif’

Ironi Perang Dagang Trump: Subsidi US Miliar untuk Petani Disebut ‘Bencana Berbasis Tarif’

Kebijakan perdagangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menuai kritik pedas dari dalam negeri. Southern California News Group (SCNG), dalam editorial terbarunya yang dirilis Minggu (28/12/2025), melontarkan sindiran tajam terkait kucuran dana bantuan sebesar US$12 miliar atau sekitar Rp200 triliun untuk para petani Amerika.

Editorial bertajuk US$12 billion payout to farmers is a tariff-based disaster ini membuka tulisan dengan pertanyaan retoris yang menghujam. Jika memang kebijakan tarif dan perang dagang yang digelorakan Trump begitu hebat bagi ekonomi Paman Sam, mengapa pemerintah harus “menyogok” para petani dengan dana jumbo untuk menutupi kerugian mereka?

Tarif Adalah Pajak Rakyat, Bukan Kemenangan Ekonomi

Dewan Editorial SCNG secara lugas menyebut bahwa klaim kemenangan ekonomi melalui tarif adalah sebuah ilusi. Sebaliknya, tarif tak lebih dari beban tambahan bagi rakyat Amerika.

“Jawaban sederhananya adalah tarif dan perang dagang tidak pernah baik bagi perekonomian kita maupun negara lain. Tarif merupakan pajak tambahan bagi konsumen Amerika, bukan pihak lain,” tulis editorial tersebut.

Para analis di SCNG menilai kalkulasi ekonomi Trump memiliki kecacatan mendasar. Pemahamannya mengenai perdagangan internasional dianggap sudah usang dan tidak lagi relevan di era globalisasi, di mana tarif bukan lagi instrumen utama untuk meningkatkan pendapatan federal.

Prediksi Bencana Ekonomi

Kritik ini diperkuat dengan mengutip Jay Shambaugh dari Brookings Institution. Shambaugh memperingatkan bahwa obsesi Trump pada perang dagang justru akan menjadi bumerang bagi ekonomi domestik.

Beberapa dampak buruk yang kini mulai terasa antara lain:

  • Meningkatnya beban biaya hidup bagi konsumen.
  • Kerugian pada perusahaan-perusahaan paling produktif di AS.
  • Perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Runtuhnya hubungan diplomatik dan dagang dengan mitra global.

Langkah Penyelamatan yang Tidak Adil

Kucuran dana US$12 miliar tersebut dinilai sebagai upaya kikuk pemerintah untuk menutupi lubang yang mereka gali sendiri. SCNG menyoroti bahwa dana tersebut mayoritas mengalir ke petani tanaman baris seperti kedelai, yang sejatinya memiliki pasar ekspor yang lancar sebelum Trump memulai kegaduhan dagang ini.

Ironisnya, bantuan ini pun dianggap diskriminatif. Sektor pendukung pertanian lainnya tetap menjerit. Sebagai contoh, produsen traktor raksasa, John Deere, memproyeksikan kerugian hingga US$600 juta pada tahun 2025 akibat kebijakan tarif ini.

Sebagai informasi, Southern California News Group merupakan kekuatan media besar di wilayah Greater Los Angeles yang membawahi 11 publikasi harian di lima county. Suara lantang mereka kali ini menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan ‘America First’ melalui perang dagang mulai diragukan kemanjurannya oleh publik dan pelaku usaha di basis ekonomi terpadat AS tersebut.

Visited 2 times, 1 visit(s) today