Kerja keras konsorsium BUMN di lokasi bencana banjir Aceh Tamiang akhirnya membuahkan hasil. Badan Pengaturan (BP) BUMN memastikan proyek pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir akan tuntas pada Rabu (31/12/2025).
Capaian ini menjadi ‘kado’ nyata bagi pengungsi yang kehilangan tempat tinggal, tepat sebelum kalender berganti ke tahun 2026. Proyek kolosal ini dikomandoi oleh PT Hutama Karya (Persero) dengan dukungan penuh dari tujuh BUMN Karya lainnya.
Fasilitas Lengkap Tanpa Biaya
Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan dinding dan atap. Huntara yang dibangun di Aceh Tamiang ini didesain sebagai hunian yang benar-benar layak dan manusiawi.
“Alhamdulillah, sistem kelistrikan dari PLN sudah siap. Jaringan telekomunikasi juga disokong oleh Telkomsel. Menariknya, selama warga menghuni Huntara tersebut, biaya listrik dan jaringan Telkom digratiskan sepenuhnya,” ungkap Aminuddin dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Banjir Sumatera bersama DPR RI secara virtual, Selasa (30/12/2025).
Aminuddin memaparkan bahwa saat ini seluruh energi (efforts) sedang dikerahkan untuk mengejar target ambisius. Meski target total mencapai 15.000 unit huntara dalam tiga bulan ke depan guna menangani dampak banjir di seantero Sumatera, untuk tahap awal di pengujung tahun ini, pemerintah mengupayakan penyelesaian 500 unit pertama terlebih dahulu.
Sinergi Danantara dan ‘Dapur’ BUMN
Di balik cepatnya proses konstruksi, ada peran vital Danantara Indonesia dan BP BUMN yang mengoordinasikan dana sebesar Rp151 miliar melalui pos CSR atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Progres pembangunan di Aceh Tamiang sendiri memanfaatkan lahan milik PTPN yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Kota Kuala Simpang. Dengan penerapan desain modular, ratusan unit hunian tersebut berhasil dikebut dalam waktu singkat namun tetap memenuhi standar keamanan, lengkap dengan fasilitas sosial seperti dapur umum, musala, dan sanitasi.
Pengerjaan ini dilakukan secara marathon oleh tim gabungan yang didatangkan dari Jawa serta melibatkan tenaga lokal, memastikan roda ekonomi di wilayah bencana tetap berputar.
Menyambut Kedatangan Presiden Prabowo
Akselerasi pengerjaan ini kian krusial mengingat agenda Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan datang ke lokasi bencana pada Kamis (1/1/2026). Rencananya, Presiden akan meresmikan langsung penggunaan 500 unit huntara tersebut tepat di hari pertama tahun baru.
Sang Presiden ingin memastikan langsung bahwa rakyat yang terdampak bencana mendapatkan penanganan tercepat dan terbaik. Kehadiran Huntara ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi pelat merah bukan sekadar jargon, melainkan mesin penggerak yang mampu hadir di saat rakyat sedang terjepit kesulitan.














