Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat memberikan arahan di Beach City International Stadium (BCIS), Jakarta, Senin (12/1/2026).(Foto: dok-pdip)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri kembali menegaskan jati diri partainya sebagai partai ideologis sekaligus pelopor, di penutupan Rakernas I tahun 2026 PDIP.
“Kita secara sadar dan bertanggung jawab memilih posisi sebagai kekuatan penyeimbang kekuasaan negara. Ini bukan sikap netral. Ini bukan posisi abu-abu. Ini adalah keputusan ideologis,” kata Megawati dalam pidatonya di Beach City International Stadium (BCIS), Jakarta, Senin (12/1/2026).
Presiden ke-5 RI ini menuturkan sebagai partai ideologis yang mewarisi ajaran Bung Karno, PDI Perjuangan memandang peran penyeimbang bukan sebagai sikap negatif atau destruktif. Sebaliknya, hal tersebut merupakan pengabdian politik kepada rakyat, bangsa, dan negara, sebagaimana dicita-citakan dalam Pancasila dan UUD 1945.
“Kita mendukung setiap kebijakan negara yang berpihak kepada rakyat, yang menjamin keadilan sosial, memperkuat kedaulatan nasional, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup,” tuturnya.
Meski demikian, Megawati menekankan pada saat yang sama, PDI Perjuangan memiliki kewajiban sejarah dan konstitusional untuk mengoreksi, menentang, bahkan melawan kebijakan yang menyimpang dari Pancasila, UUD 1945, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.
Megawati menegaskan, sejarah bangsa mengajarkan adanya kontradiksi antara kepentingan kekuasaan dan tuntutan keadilan rakyat dalam setiap kekuasaan. Beliau secara spesifik menyoroti konteks pemerintahan saat ini.
“Pemerintahan Presiden Prabowo lahir melalui proses pemilihan umum, dengan dukungan politik yang besar dan penguasaan sumber daya negara yang kuat. Namun pengalaman sejarah juga membuktikan bahwa legitimasi elektoral dan besarnya kekuasaan negara tidak secara otomatis menjamin terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelas dia.
Oleh karena itu, Megawati menginstruksikan agar kader PDI Perjuangan tidak bersikap reaktif, apalagi destruktif. Partai harus tampil sebagai kekuatan penyeimbang yang dewasa, ideologis, dan berakar kuat pada rakyat.
“Kita tidak bertujuan menciptakan instabilitas, tetapi juga tidak akan membiarkan stabilitas dibangun dengan mengorbankan demokrasi, keadilan sosial, keadilan ekologis, dan kedaulatan rakyat,” tutup Megawati.














