Foto yang diambil pada 8 November 2023 ini menunjukkan reruntuhan di Taman Arkeologi Paphos di Paphos, Siprus. Taman Arkeologi Paphos adalah situs arkeologi terkenal di Siprus dan telah termasuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1980. (Foto: Xinhua/Guo Mingfang)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tabir sejarah di wilayah barat Siprus kian terkuak. Temuan terbaru arkeolog memastikan adanya aktivitas manusia yang berkelanjutan di kawasan pegunungan Distrik Paphos sejak 4.000 tahun silam.
Departemen Kepurbakalan Siprus mengonfirmasi bahwa tim arkeolog dari Universitas Graz, Austria, berhasil mengidentifikasi bukti-bukti krusial tersebut dalam survei lapangan di sekitar Desa Amargheti, sekitar 25 kilometer dari pusat kota Paphos.
Warisan Zaman Perunggu Tengah
Eksplorasi yang dilakukan sejak Oktober tahun lalu ini membuahkan hasil signifikan. Para peneliti menemukan berbagai artefak berharga, mulai dari pecahan tembikar hingga papan permainan batu yang berasal dari Zaman Perunggu Tengah (1950–1650 SM).
Pada era tersebut, Siprus bukan sekadar pulau terpencil. Berkat aktivitas penambangan dan pengolahan tembaga yang masif, pulau ini bertransformasi menjadi poros politik serta ekonomi yang sangat diperhitungkan di kawasan Mediterania Timur.
Kontinuitas Tanpa Putus
Tak hanya artefak Zaman Perunggu, tim peneliti juga menemukan fragmen amfora dan genteng tanah liat yang mengindikasikan kehidupan tetap berdenyut hingga periode Arkais, era Romawi, hingga abad pertengahan.
Menariknya, sebagian besar temuan ini terkonsentrasi di sepanjang aliran sungai musiman Xeropotamos. Hal ini memperkuat teori bahwa sumber daya air di wilayah pegunungan menjadi daya tarik utama bagi pemukim kuno selama ribuan tahun.
Meskipun temuan di Amargheti ini sangat vital, catatan sejarah tetap menempatkan situs Choirokoitia sebagai permukiman tertua di Siprus. Situs warisan dunia UNESCO tersebut diketahui telah dihuni sejak milenium ke-7 hingga ke-4 SM.













