DPR Pilih Thomas Djiwandono Berkantor di BI, Purbaya: Menambah Dinamika di Rapat Bank Sentral

DPR Pilih Thomas Djiwandono Berkantor di BI, Purbaya: Menambah Dinamika di Rapat Bank Sentral

Iwan Medium.jpeg

Senin, 26 Januari 2026 – 22:14 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat mengikuti sidang aduan kanal Debottlenecking Satgas P2SP di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1/2026). (Foto: Antara)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat mengikuti sidang aduan kanal Debottlenecking Satgas P2SP di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1/2026). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Sejak awal, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sangat mendukung pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Dan benar, Komisi XI DPR langsung memutus Thomas menjadi pemenang dalam fit and proper test yang digelar pada Jumat (23/1/2026) dan Senin (26/1/2026).

Sudah terpilih masuk bank sentral, masih saja Thomas yang juga putra mantan Gubernur BI, Sudrajad Djiwandono itu, digandoli isu liar. Misalnya, potensi dominasi kebijakan fiskal terhadap moneter bakal terjadi.

Sorotan ini muncul karena Thomas berasal dari lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sekaligus memiliki relasi keluarga dengan Presiden Prabowo Subianto.

Namun Purbaya menegaskan, status tersebut tidak serta-merta menggerus independensi bank sentral. “Orang bilang katanya fiskal menguasai moneter. Enggaklah, kan beda. Setelah di sana, ya dia di sana. Saya enggak bisa ngendaliin dia,” ujar Purbaya di Aula Mezanin Gedung Djuanda I Kemenkeu, Jakarta, Senin (26/1).

Menurut Purbaya, setiap pejabat yang masuk ke BI, otomatis tunduk kepada mandat, aturan, serta mekanisme kerja bank sentral yang independen. Latar belakang fiskal Thomas, kata dia, justru dapat memperkaya dinamika diskusi kebijakan di internal BI.

“Harapannya dia bisa menjalankan kebijakan, memberi masukan yang lebih kuat dalam kebijakan moneter yang juga turut memasukkan concern-concern di fiskal,” ujarnya.

Purbaya menilai sinergi pemahaman fiskal dan moneter dibutuhkan untuk menghadapi tantangan ekonomi nasional, termasuk menjaga stabilitas makro, pembiayaan pembangunan, serta kesinambungan fiskal jangka menengah.

Meski demikian, ia menekankan bahwa seluruh pandangan dan masukan tetap disampaikan dalam forum yang setara dan profesional, tanpa mengaburkan posisi Bank Indonesia sebagai lembaga yang independen dari pemerintah.

Thomas Djiwandono sebelumnya terpilih sebagai Deputi Gubernur BI setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI.

Ketua Komisi XI DPR, Muhammad Misbakhun menyatakan, Thomas unggul dari dua kandidat lainnya, yakni Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono dan Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M Juhro.

Visited 13 times, 1 visit(s) today