IHSG Rebound, Airlangga: Belum To The Moon

IHSG Rebound, Airlangga: Belum To The Moon

Clara Medium.jpeg

Kamis, 29 Januari 2026 – 21:05 WIB

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).(Foto: Inilah.com/Clara Anna).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).(Foto: Inilah.com/Clara Anna).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menanggapi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat ambrol selama dua hari berturut-turut hingga harus diberhentikan sementara (trading halt).

Meski sempat anjlok pada sesi awal perdagangan hari ini, IHSG mulai berangsur membaik setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah cepat. Menurut Airlangga, hal itu tercermin dari sinyal positif pasar sehingga indeks kembali menguat.

“Alhamdulillah, wa syukurillah. Faktor karena pemerintah merespons dan tadi dengan OJK sudah kita bahas mengenai mekanisme berikutnya,” ujar Airlangga di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Ia optimis IHSG akan kembali menguat pada perdagangan besok, meski hal itu perlu dicermati dengan hati-hati.

“Mudah-mudahan (rebound). Kita smilenya 4 bintang. Belum to the moon, tenang aja,” kata dia.

Terkait kebijakan peningkatan free float saham menjadi 15 persen, Airlangga menilai hal tersebut harus diiringi keterbukaan informasi yang transparan.

“Tahap ini cukup. Tapi dalam 15 persen juga harus transparan,” katanya.

Selain itu, melalui free float, keterbukaan terhadap saham gorengan dapat diantisipasi.

“Dalam langkah transparansi daripada free float siapa saja itu kan kelihatan. Jadi itu sudah memitigasi saham gorengan,” tuturnya.

Sebagai informasi, IHSG menutup perdagangan di zona merah dengan penurunan 1,06 persen ke level 8.232,2. Meski demikian, indeks LQ45 justru mencatat kenaikan tipis 0,06 persen ke posisi 813,01, menunjukkan adanya selektivitas investor di tengah volatilitas pasar.

IHSG anjlok setelah MSCI memutuskan menghentikan sementara sejumlah perubahan indeks yang melibatkan emiten Indonesia. MSCI berencana menetapkan perubahan pada review indeks saham-saham Indonesia pada Februari 2026.

Perubahan tersebut mencakup: pertama, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS); kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI); dan ketiga, pembekuan perpindahan antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Dalam pengumumannya, MSCI menyebut keputusan itu dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability). Ketetapan ini juga memberi waktu bagi otoritas pasar untuk memperbaiki transparansi.

Jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emerging MSCI untuk semua sekuritas Indonesia dan potensi reklasifikasi Indonesia dari status Emerging Market ke Frontier Market.
 

Visited 11 times, 1 visit(s) today