IHSG Ambruk, Pimpinan OJK Ikut Mundur Susul Bos BEI

IHSG Ambruk, Pimpinan OJK Ikut Mundur Susul Bos BEI

Clara Medium.jpeg

Jumat, 30 Januari 2026 – 18:57 WIB

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (kiri) dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi (kanan) menyampaikan keterangan pers di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/01/2026). (Foto: Antara/Sulthony Hasanuddin).

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (kiri) dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi (kanan) menyampaikan keterangan pers di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/01/2026). (Foto: Antara/Sulthony Hasanuddin).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Sejumlah petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menyatakan mundur dari jabatannya, usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk hingga memicu trading halt pada 28–29 Januari 2026.

Mereka adalah Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK), serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) Inarno Djajadi.

Lewat siaran pers, Jumat (30/1/2026), Mahendra menyebut pengunduran diri sebagai bentuk tanggung jawab moral demi membuka ruang pemulihan pasar. Sikap ini, dipastikan tidak akan mengganggu tugas, fungsi, maupun kewenangan lembaga dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan nasional, termasuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Untuk sementara, pelaksanaan tugas Ketua Dewan Komisioner, KE PMDK, dan DKTK akan dijalankan sesuai ketentuan perundang-undangan dan tata kelola yang berlaku, guna memastikan keberlanjutan kebijakan, pengawasan, serta layanan kepada masyarakat dan pelaku industri jasa keuangan.

OJK juga menegaskan komitmennya menjaga kepercayaan publik melalui penerapan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas di seluruh proses kelembagaan.

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) juga lebih dulu meletakkan jabatan pada Jumat (30/1/2026), menyusul gejolak pasar modal selama dua hari terakhir.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan pengunduran diri itu merupakan bentuk tanggung jawab pribadi atas dinamika pasar. Meski perdagangan pagi sempat membaik, ia menilai mundur adalah langkah terbaik demi menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar modal nasional.
 

Visited 8 times, 1 visit(s) today