DPR Ingatkan Pemerintah Prioritaskan Pengendalian Inflasi untuk Jaga Daya Beli Jelang Ramadan

DPR Ingatkan Pemerintah Prioritaskan Pengendalian Inflasi untuk Jaga Daya Beli Jelang Ramadan

Iwan Medium.jpeg

Senin, 16 Februari 2026 – 20:37 WIB

Seorang pembeli berbelanja di kios beras di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengingatkan pemerintah lebih serius dalam pengendalian inflasi dan perlindungan daya beli masyarakat, menjelang bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri.

“Setiap Ramadan, konsumsi meningkat dan tekanan harga muncul. Negara harus hadir lebih awal, memastikan instrumen kebijakan bekerja sebelum gejolak terjadi,” kata Misbakhun di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Siklus musiman terhadap bahan pokok ini, kata dia, telah menjadi pola yang dapat dipetakan. Tanpa langkah antisipatif yang matang, kondisi tersebut berpotensi menggerus daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah dan bawah yang paling rentan terhadap lonjakan harga komoditas pangan.

“Yang paling merasakan dampaknya adalah rakyat kecil. Kalau harga beras, gula, atau minyak goreng naik tidak wajar, itu langsung memukul pengeluaran rumah tangga. Maka pengendalian inflasi pangan harus menjadi perhatian serius,” kata politikus Partai Golkar itu.

Selain itu, Misbakhun mengingatkan Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta perbankan nasional untuk bersinergi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

Optimalisasi mekanisme deteksi dini terhadap potensi inflasi pangan dan penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi langkah strategis yang harus diaktifkan sejak dini.

“Koordinasi tidak boleh setengah-setengah. Kita ingin semua otoritas bergerak dalam satu frekuensi. Jangan menunggu harga bergejolak baru bertindak. Pendekatan kita harus preventif, bukan reaktif,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan bahwa kelancaran distribusi logistik serta pengawasan terhadap praktik spekulasi pasar tidak boleh diabaikan.

Stabilitas nilai tukar rupiah dan kecukupan likuiditas perbankan turut menentukan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan.

“Stabilitas harga bukan sekadar angka statistik. Ini soal ketenangan masyarakat dalam beribadah dan menyambut hari raya. Kalau ekonomi stabil, perputaran usaha di daerah juga bergerak dan memberi dampak positif bagi pertumbuhan,” ungkapnya.

Untuk itu, ia memastikan DPR akan menjalankan peran pengawasannya dengan memantau secara intensif perkembangan harga, likuiditas, dan efektivitas kebijakan hingga puncak Idul Fitri.
 

Visited 10 times, 1 visit(s) today