Kurang dari empat bulan sebelum kick-off Piala Dunia 2026, Meksiko kini berada dalam status siaga satu. Gelombang kekerasan nasional meletus di hampir 20 wilayah, memicu keraguan global terkait kesiapan dan keamanan negara tersebut sebagai salah satu tuan rumah turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Kekacauan ini dipicu oleh tewasnya Nemesio Oseguera Cervantes, atau yang lebih dikenal sebagai ‘El Mencho’, pemimpin kartel narkoba paling ditakuti, Jalisco New Generation (CJNG).
Kronologi Tewasnya El Mencho dan Eskalasi Kekerasan
Peristiwa berdarah ini bermula pada Minggu (22/2/2026), ketika aparat keamanan Meksiko menggelar operasi penangkapan di Tapalpa, Jalisco. Dalam baku tembak sengit tersebut, El Mencho dilaporkan tewas saat mencoba melarikan diri menuju Mexico City.
Kabar kematian sang gembong narkoba langsung memicu reaksi balasan yang brutal dari anggota kartel: Pembakaran Massal: Anggota CJNG membakar kendaraan, memblokir jalan raya utama, dan menyerang fasilitas umum sebagai bentuk intimidasi. Kota Guadalajara, yang dijadwalkan menggelar empat pertandingan Piala Dunia (termasuk laga kedua Timnas Meksiko pada 18 Juni 2026), menjadi titik panas kerusuhan. Asap hitam terlihat mengepul di dekat Estadio Akron.
Dunia Sepak Bola Lumpuh. Sejumlah pertandingan Liga MX, divisi kedua, hingga derby liga wanita antara Guadalajara dan Club America terpaksa ditunda demi keselamatan pemain dan penggemar.
Keamanan Piala Dunia 2026 Jadi Taruhan
Kondisi ini menciptakan tekanan besar bagi pemerintah Meksiko dan FIFA. Amerika Serikat dan Kanada bahkan telah mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga negara mereka yang berada di Meksiko.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menegaskan bahwa ribuan tentara serta Garda Nasional telah dikerahkan. “Kami telah menyiapkan pengawasan ketat, termasuk pasukan khusus antidrone dan ribuan kamera pemantau di sekitar stadion,” tegasnya.
Meski demikian, desakan publik mulai menguat. Di media sosial, banyak penggemar meminta FIFA memindahkan pertandingan dari Meksiko ke Amerika Serikat atau Kanada demi menjamin keselamatan.
Opsi FIFA: Batalkan atau Pindahkan Laga?
Hingga saat ini, FIFA belum memberikan pernyataan resmi secara publik. Namun, laporan dari MARCA menyebutkan adanya tingkat kekhawatiran yang sangat tinggi di internal FIFA mengenai kondisi di lapangan.
Berdasarkan regulasi Piala Dunia 2026, FIFA memiliki otoritas penuh untuk Membatalkan atau menjadwal ulang pertandingan. Memindahkan lokasi pertandingan secara sepihak jika terjadi kondisi “luar biasa” terkait keamanan (force majeure).
Guadalajara dan Monterrey sedianya akan menjadi tuan rumah babak play-off pada Maret mendatang. Jika situasi tidak segera kondusif, status mereka sebagai kota tuan rumah terancam dicabut.
Meksiko, yang memiliki sejarah sukses sebagai tuan rumah Piala Dunia 1970 dan 1986, kini berpacu dengan waktu untuk membuktikan bahwa mereka masih mampu menjamin keamanan bagi jutaan penggemar sepak bola yang akan datang dalam waktu dekat.














