Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2. (Foto: Dok. Agung Sedayu Group).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Emiten pengembang properti PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025. Perusahaan sukses membukukan laba bersih sebesar Rp1,4 triliun, melonjak tajam 48 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Lompatan laba ini sejalan dengan peningkatan pendapatan perusahaan yang menembus angka Rp2,5 triliun, naik 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja moncer ini tak lepas dari tingginya minat pasar terhadap produk-produk komersial bermargin tinggi di kawasan distrik bisnis (Central Business District/CBD) PIK2, Tangerang, Banten.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, mengungkapkan bahwa profitabilitas perusahaan saat ini berada di level yang sangat sehat. Hal ini tercermin dari margin laba kotor yang mencapai 66 persen dan margin laba bersih di angka 54 persen.
“Kami melihat peningkatan kualitas profitabilitas yang mencerminkan semakin optimalnya monetisasi aset, serta meningkatnya kontribusi produk dengan margin tinggi di kawasan CBD PIK2,” ujar Steven di Jakarta, Kamis (13/3/2026).
SOHO hingga Proyek Raksasa NICE
Sepanjang 2025, pundi-pundi pendapatan CBDK banyak ditopang oleh serah terima sejumlah proyek strategis kepada konsumen. Beberapa di antaranya meliputi SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, dan Rukan Asia Afrika. Deretan proyek ini memang dirancang khusus untuk memacu ekosistem bisnis di kawasan pesisir utara Jakarta tersebut.
Selain mengandalkan penjualan rukan dan SOHO, CBDK juga tengah bersiap memanen hasil dari proyek Nusantara International Convention Exhibition (NICE). Pusat konvensi dan pameran yang digadang-gadang menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia ini telah beroperasi sejak akhir 2025.
Kehadiran NICE diproyeksikan bakal menjadi katalisator kuat bagi pertumbuhan sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Tanah Air, sekaligus melengkapi fasilitas pariwisata di PIK2.
Aset Rp23 Triliun dan Cadangan Lahan Luas
Dari sisi fundamental keuangan, per 31 Desember 2025, total aset CBDK tercatat menembus Rp23 triliun. Struktur neraca yang solid ini menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus berekspansi.
Apalagi, saat ini CBDK masih menguasai cadangan lahan (land bank) seluas 702 hektare. Lahan bernilai strategis ini diklaim memberikan fleksibilitas tinggi bagi perusahaan untuk meracik berbagai proyek residensial dan komersial di masa depan.
Kawasan PIK2 sendiri semakin seksi di mata investor berkat dukungan konektivitas infrastruktur yang memadai, salah satunya akses tol KATARAJA yang terhubung langsung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ke depan, CBDK optimistis PIK2 akan mengukuhkan posisinya sebagai episentrum ekonomi baru di Jabodetabek.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












