Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas (tengah) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (12/3/2026). (Foto: Antara/Sulthony Hasanuddin)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Sorotan publik terhadap pengalihan penahanan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024, Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), menjadi tahanan rumah dinilai berpotensi berdampak pada citra Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pakar hukum pidana dari Universitas Tarumanegara, Hery Firmansyah, menyebut pemberian hak berupa pengalihan penahanan memang dimungkinkan dalam hukum. Namun harus dilakukan secara ketat agar tidak menimbulkan kesan perlakuan istimewa.
“Pemberian hak semacam ini tentu perlu ada pengetatan agar jangan sampai terkesan terlalu longgar dan disamakan dengan tindak pidana umum lain,” ujar Hery kepada Inilah.com, Minggu (22/3/2026).
Henry mendorong publik mendesak KPK bertanggung jawab atas pemberian “service” tahanan rumah untuk mantan Menteri Agama era Jokowi tersebut.
“Jangan sampai kita apatis terhadap isu semacam ini, karena mungkin itu yang ditunggu oleh mereka yang mendesain hal itu,” tegasnya.
Jika tidak dikelola dengan baik, kebijakan tersebut berpotensi memunculkan persepsi negatif di masyarakat, termasuk anggapan adanya perlakuan berbeda terhadap tersangka korupsi.
Ketahuan dari Pihak Luar
Diketahui, kabar keberadaan Yaqut di luar rutan pertama kali diungkap Silvia Rinita Harefa, istri mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan. Usai menjenguk suaminya, Silvia mengatakan informasi ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan tahanan.
“Tadi sih sempat enggak lihat Gus Yaqut ya. Infonya sih katanya keluar Kamis malam. Dalam pekan ini sebelum hari Jumat kemarin,” ujar Silvia, Sabtu (21/3/2026). Ia menambahkan, Yaqut juga tidak terlihat saat pelaksanaan salat Idul Fitri pada 21 Maret 2026.
Sementara itu, para tahanan lain hanya bisa menatap dan bertanya-tanya soal perlakuan berbeda ini. “Semuanya pada tahu mengenai itu. Cuma mereka bertanya-tanya saja. Katanya ada pemeriksaan, tetapi kan enggak mungkin kalau menjelang malam takbiran ada pemeriksaan gitu kan. Sampai hari ini (Sabtu, 21/3) pun enggak ada,” jelas Silvia.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













