24 Tahanan Gaza Dibebaskan, Fakta Penyiksaan dan Penghinaan Terungkap

24 Tahanan Gaza Dibebaskan, Fakta Penyiksaan dan Penghinaan Terungkap

Icon_INILAH GOLD.png

Senin, 20 April 2026 – 16:36 WIB

Sebanyak 24 warga Palestina, termasuk satu perempuan, pada Minggu (19/4/2026), yang sebelumnya ditahan dari berbagai wilayah di Jalur Gaza selama operasi genosida Zionis Israel 7 Oktober 2023 tiba di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, Deir al-Balah, Minggu (19/4/2026).(Foto: Gaza/Mohammed Rabah)

Sebanyak 24 warga Palestina, termasuk satu perempuan, pada Minggu (19/4/2026), yang sebelumnya ditahan dari berbagai wilayah di Jalur Gaza selama operasi genosida Zionis Israel 7 Oktober 2023 tiba di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, Deir al-Balah, Minggu (19/4/2026).(Foto: Gaza/Mohammed Rabah)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pembebasan 24 warga Palestina dari tahanan penjajah Zionis Israel membuka fakta mengejutkan tentang dugaan penyiksaan dan penghinaan yang mereka alami selama berbulan-bulan dalam penahanan.

Rezim penjajah Zionis Israel membebaskan 24 warga Palestina, termasuk satu perempuan, pada Minggu (19/4/2026), yang sebelumnya ditahan dari berbagai wilayah di Jalur Gaza selama operasi genosida yang dimulai sejak 7 Oktober 2023.

Proses Pembebasan dan Evakuasi Medis

Jurnalis Gaza Palestina, Mohammed Rabah melaporkan, para tahanan tiba dengan pengawalan tim dari Komite Internasional Palang Merah di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, Deir al-Balah, setelah dibebaskan melalui perlintasan Kerem Shalom, di timur Rafah.

“Sumber jurnalistik mengindikasikan para tahanan langsung dipindahkan ke rumah sakit karena kondisi kesehatan mereka yang memburuk, akibat ditahan dalam kondisi yang keras dan tidak layak,” kata Rabah.

Dugaan Penyiksaan Sistematis

Sumber-sumber tersebut lebih lanjut menyatakan, para tahanan mengalami pemukulan, penyiksaan, dan penghinaan sepanjang masa penahanan mereka.

Temuan itu memperkuat laporan berbagai organisasi hak asasi manusia yang selama ini menyoroti perlakuan terhadap tahanan Palestina di penjara Israel. 

“Dugaan pelanggaran ini berpotensi melanggar hukum humaniter internasional, termasuk Konvensi Jenewa yang mengatur perlindungan terhadap warga sipil dalam konflik bersenjata,” ujar Rabah.

Ribuan Masih Ditahan, Nasib tak Jelas

Selama perang genosida Zionis Israel di Gaza, tentara Israel telah menahan ribuan warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak. Meskipun sebagian kecil telah dibebaskan, nasib banyak lainnya hingga kini masih belum diketahui.

Menurut data dari Palestinian Prisoners’ Club, Addameer Prisoner Support and Human Rights Association, serta Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina, jumlah warga Palestina yang ditahan di penjara Zionis Israel telah melampaui 9.600 orang, termasuk 86 perempuan dan sekitar 350 anak-anak, hingga awal April 2026.

Tekanan Global 

Kasus tersebut diperkirakan akan kembali memicu tekanan internasional terhadap penjajah Zionis Israel, khususnya terkait transparansi penahanan dan perlakuan terhadap tahanan Palestina. 

Sejumlah pihak mendesak investigasi independen untuk mengungkap dugaan pelanggaran yang terjadi selama masa konflik.

Di tengah meningkatnya perhatian global, pembebasan 24 tahanan ini bukan sekadar kabar kemanusiaan, tetapi juga menjadi pengingat konflik Gaza masih menyisakan luka mendalam, dan pertanyaan besar tentang keadilan yang belum terjawab.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 6 times, 1 visit(s) today