Sulitnya Mencampakkan Penyakit Campak dari Indonesia: Banyak Golongan Anti Vaksin

Sulitnya Mencampakkan Penyakit Campak dari Indonesia: Banyak Golongan Anti Vaksin

Diana Medium.jpeg

Minggu, 26 April 2026 – 07:09 WIB

Pemprov Jateng menggalakkan imunisasi imunisasi campak di Puskesmas Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Rabu (8/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)

Pemprov Jateng menggalakkan imunisasi imunisasi campak di Puskesmas Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Rabu (8/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Penyakit campak adalah penyakit menular yang sejatinya sudah sejak lama hadir di Indonesia. Namun kini, penyakit ini kembali merebak dan menyebar cepat di berbagai daerah.

Di tengah gencarnya pemerintah mengimbau para orang tua untuk memvaksin anaknya, justru sebagian masyarakat, termasuk para influencer, menyuarakan agar tidak memberikan vaksin campak.

Dokter medis sekaligus edukator kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), dr. Muhammad Fajri Adda’i, mengaku sedih dengan “berserakannya” hoaks terkait vaksin campak di media sosial (medsos). Berbagai informasi yang jelas-jelas salah bertebaran ketika kasus campak meningkat.

“Memang sangat menyedihkan ya, ketika informasi hoaks yang kontraproduktif merajalela, baik di medsos maupun media cetak. Bahkan sekarang influencer-influencer anti vaksin itu cukup dominan ya. Menonjol, itu memang membahayakan nyawa sebetulnya,” ujar Fajri kepada Inilah.com di Jakarta, dikutip Sabtu (25/4/2026).

Ia menyebut Indonesia saat ini menempati posisi kedua di dunia terkait jumlah penderita campak. Oleh karena itu, pemberian vaksin menjadi hal yang sangat darurat untuk segera dilakukan.

Apalagi, kata dia, bagi anak yang sudah mendapat vaksin campak, ketika tertular penyakit tersebut, dampaknya tidak akan separah yang dialami anak yang belum vaksin.

“Benar, dibandingkan dengan orang yang tidak divaksin, pada anak itu jelas dia masih efektif dua dosis vaksin itu, bisa meminimalisir risiko kematian 90 persen ya dan penyakit yang berat. Jadi sudah terbukti lah vaksin campak itu,” jelasnya.

Saat ini, kasus campak di Indonesia tidak hanya mengincar anak-anak, namun juga dewasa. Mau tidak mau, pemerintah terus mengampanyekan vaksin campak untuk orang dewasa.

Terkait pemberian vaksin pada orang dewasa, hal ini pernah disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, ketika terjadi kenaikan signifikan kasus campak pada orang dewasa.

“Case yang berhubungan dengan kejadian luar biasa yang menimpa orang dewasa bahkan tenaga kesehatan bahkan ada yang sudah meninggal, itu jumlahnya 2.220 kasus dengan kejadian luar biasa sudah lebih dari 60 (kasus),” ungkap Ikrar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).

Ia menilai kasus campak yang menimpa orang dewasa saat ini terjadi pada tenaga kesehatan, lansia, serta mereka yang memiliki mobilitas tinggi.

“Maka, BPOM berdasarkan penilaian yang sangat independen, karena kita juga minta second opinion dari WHO, ditambah dari expert yang kita miliki, akhirnya kita putuskan bahwa vaksin yang tadinya untuk anak-anak diperluas untuk dewasa. Dan vaksinnya sudah ada dari Bio Farma, jadi sekarang sudah jalan,” tuturnya.

Untuk menekan lonjakan kasus campak, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) di sejumlah daerah yang mengalami peningkatan kasus cukup signifikan.

Wilayah tersebut antara lain Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Bima, Kota Palembang, Depok, Jakarta Barat, dan Palu. Program ORI mulai digelar 9 Maret 2026 di sebagian besar daerah, sementara Kota Serang dimulai pada 30 Maret 2026.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 8 times, 1 visit(s) today