Harga Selangit Bikin PS5 Loyo, Sony Akhirnya Akui Sedang Garap PS6

Harga Selangit Bikin PS5 Loyo, Sony Akhirnya Akui Sedang Garap PS6

Ikhsan Medium.jpeg

Senin, 11 Mei 2026 – 02:32 WIB

Penjualan PS5 merosot tajam hingga 46 persen akibat kenaikan harga yang ugal-ugalan. (Foto: Sony)

Penjualan PS5 merosot tajam hingga 46 persen akibat kenaikan harga yang ugal-ugalan. (Foto: Sony)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Keputusan Sony mengerek harga konsol andalannya, PlayStation 5 (PS5), tampaknya mulai memakan korban. Raksasa teknologi asal Jepang ini harus menelan pil pahit setelah angka penjualan PS5 jeblok secara signifikan, justru di saat usia perangkat tersebut kian menua.

Mengutip laporan Gizmochina, Minggu (10/5/2026), Sony hanya mampu melego 1,5 juta unit PS5 pada kuartal yang berakhir 31 Maret 2026. Angka ini terjun bebas dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2,8 juta unit. Sebuah penurunan tahunan yang sangat drastis, yakni lebih dari 46 persen.

Imbas Kenaikan Harga yang Berulang

Kelesuan pasar ini disinyalir kuat merupakan dampak langsung dari kebijakan Sony yang berulang kali menaikkan harga jual sejak diluncurkan 2020 silam. Kenaikan terbaru pada Maret 2026 menjadi ‘pukulan’ terakhir bagi kantong konsumen.

Saat ini, PS5 Digital Edition yang semula dibanderol US$399 (sekitar Rp6,9 juta) telah membengkak menjadi US$599 (sekitar Rp9,8 juta). Sementara itu, versi Disc Edition kini bertengger di angka US$649 atau menembus Rp10,6 juta.

Presiden dan CEO Sony, Hiroki Totoki, berdalih bahwa meroketnya biaya komponen, terutama cip memori dan perangkat keras lainnya, menjadi alasan utama di balik mahalnya harga konsol saat ini. Namun, pasar punya hukumnya sendiri: konsumen mulai enggan melirik perangkat lama dengan harga yang kian tak masuk akal.

Kalah Saing dari Bayang-bayang PS4

Meski secara total PS5 telah terjual sebanyak 93,7 juta unit secara global, performa ini nyatanya masih kalah moncer jika dibandingkan dengan pencapaian PlayStation 4 (PS4) pada fase usia produk yang sama.

Secara tahunan, tren penurunan pun terlihat jelas. Pada tahun fiskal 2024, Sony masih mampu menjual 18 juta unit, namun angka itu melorot menjadi 16,5 juta unit pada tahun fiskal 2025. 

Kondisi ini membuktikan bahwa daya tarik PS5 mulai memudar di tengah tekanan ekonomi dan ekspektasi harga yang tak kunjung turun.

Harapan pada GTA VI dan Konfirmasi PS6

Kendati sedang dalam posisi sulit, Sony mencoba tetap optimistis. Perusahaan memproyeksikan pertumbuhan bisnis gim sebesar 30 persen pada tahun fiskal mendatang. Kartu as yang mereka pegang adalah peluncuran gim paling dinanti sejagat, Grand Theft Auto VI (GTA VI), yang dijadwalkan meluncur November mendatang.

Di sisi lain, Sony akhirnya memberikan kabar yang ditunggu-tunggu oleh para gamers. Perusahaan secara resmi mengonfirmasi bahwa pengembangan konsol generasi berikutnya, PlayStation 6 (PS6), sedang berjalan.

Namun, pengembangan PS6 bukan tanpa risiko finansial. Sony mengakui bahwa investasi besar-besaran untuk riset, pengembangan cip khusus, dan perangkat keras masa depan ini akan tetap membebani profitabilitas perusahaan dalam beberapa waktu ke depan. 

Kini, Sony harus bertarung di dua lini: menjaga napas PS5 yang mulai terengah-engah dan menyiapkan ‘senjata’ baru lewat PS6.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 1 visit(s) today