Kevin De Bruyne dari Napoli dan rekan setimnya Scott McTominay berpose untuk foto setelah pertandingan berakhir usai kemenangan mereka dalam pertandingan Serie A antara US Sassuolo Calcio dan SSC Napoli di Stadion Mapei Citta del Tricolore pada 23 Agustus 2025 di Sassuolo, Italia. (Foto: Alessandro Sabattini/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Gelandang andalan Napoli, Kevin De Bruyne, secara terbuka melontarkan kritik dan rasa frustrasinya terhadap mantan pelatihnya, Antonio Conte. Pemain Timnas Belgia tersebut bahkan secara terang-terangan mengaku lega dan senang bahwa Conte telah resmi menanggalkan jabatannya di klub.
Mantan bintang Manchester City itu bergabung dengan Napoli pada bursa transfer musim panas tahun lalu dengan status bebas transfer. Sayangnya, adaptasi awal di Stadio Diego Armando Maradona sempat terhambat cedera paha parah pada akhir Oktober yang memaksanya menepi hingga bulan Maret.
Selama di bawah asuhan Conte, De Bruyne sukses mencatatkan 21 penampilan di semua kompetisi dengan torehan lima gol dan empat assist. Namun, di balik catatan tersebut, ia merasa tidak pernah memiliki ikatan atau kecocokan filosofi bermain dengan sang pelatih.
Dalam wawancaranya bersama media Belgia, Het Nieuwsblad, jelang persiapan Piala Dunia, De Bruyne mengungkapkan betapa buruknya hubungan taktis antara dirinya dan Conte.
“Tentu saja ini sulit bagi saya karena Conte memiliki visi sepak bola yang sangat berbeda dengan saya. Sejujurnya, saya tidak pernah mendapat kesempatan untuk bermain di posisi favorit saya,” keluh De Bruyne. “Meski begitu, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk tim.”
Keluhkan Taktik Pragmatis dan Janji Palsu
De Bruyne secara spesifik menyoroti pendekatan taktik Conte yang dinilainya terlalu pragmatis dan defensif. Ia merasa gaya bermain tersebut mematikan kreativitas tim.
“Kami bermain sangat bertahan. Jika Anda mencoba memenangi setiap pertandingan dengan selisih satu gol menggunakan formasi 4-5-1, Anda memainkan jenis sepak bola tertentu. Pada awal musim, kami bahkan bertahan lebih dalam lagi. Penyerang tengah kami hanya mencetak 10 gol, jadi Anda tahu statistiknya tidak akan bagus,” paparnya.
Ketika ditanya apakah ia merasa bahagia mengetahui Conte telah meninggalkan Napoli, De Bruyne menjawabnya tanpa ragu.
“Bagi saya, ya. Sejauh yang saya tahu, dia tidak berkewajiban untuk tinggal. Ada janji-janji yang dibuat musim panas lalu mengenai cara kami akan bermain, tetapi pada akhirnya tidak banyak yang terealisasi,” tegas pemain berusia 34 tahun tersebut. “Saya merasa itu sangat disayangkan. Sepak bola harusnya menyenangkan, dan sayangnya saya merasa aspek itu hilang.”
Masa Depan Masih Abu-abu
Meski Conte telah angkat kaki, De Bruyne enggan memberikan jaminan terkait masa depannya bersama juara Liga Italia 2022/2023 tersebut.
“Saya masih memiliki sisa kontrak satu tahun, tetapi saya ingin membicarakannya (dengan pihak manajemen). Ada banyak pembicaraan tahun lalu tentang bagaimana kami akan bermain, tetapi tidak ada yang terjadi,” ungkapnya.
Situasi di internal Napoli saat ini berpotensi membuat posisi De Bruyne semakin serba salah. Kabar yang santer beredar menyebutkan bahwa kandidat terkuat untuk mengisi kursi kosong pelatih Napoli adalah Massimiliano Allegri. Mengingat Allegri juga dikenal dengan gaya pendekatan yang jauh lebih bertahan dibandingkan Conte, bukan tidak mungkin hal tersebut akan memicu De Bruyne untuk benar-benar mengemas kopernya dan meninggalkan Italia pada musim panas ini.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














