Indonesia Raya Berkumandang di Praha, Putra Tri Ramadani Juara Panjat Tebing Dunia

Indonesia Raya Berkumandang di Praha, Putra Tri Ramadani Juara Panjat Tebing Dunia

Ibnu Medium.jpeg

Senin, 8 Juni 2026 – 08:44 WIB

Atlet panjat tebing Putra Tri Ramadani cetak sejarah jadi orang Indonesia pertama peraih emas nomor lead di ajang World Climbing Series Praha 2026. (Foto: Unhas)

Atlet panjat tebing Putra Tri Ramadani cetak sejarah jadi orang Indonesia pertama peraih emas nomor lead di ajang World Climbing Series Praha 2026. (Foto: Unhas)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Atlet panjat tebing Indonesia, Putra Tri Ramadani, sukses mengukir sejarah baru bagi dunia olahraga Tanah Air. Pemanjat yang akrab disapa Srondeng ini menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil meraih medali emas di nomor lead pada ajang bergengsi World Climbing Series seri Praha 2026, Ceko, Senin (8/6) dini hari WIB.

Tampil apik dan konsisten sejak babak kualifikasi, Putra memastikan diri berdiri di podium tertinggi setelah membukukan skor 43 di babak final.

Tumbangkan Deretan Pemanjat Elite Dunia

Pencapaian Putra di seri Praha ini terbilang luar biasa karena ia harus bersaing sengit melawan tujuh pemanjat elite dunia yang kerap mendominasi peringkat atas disiplin lead.

Atlet asal Jawa Timur ini berhasil menundukkan pemanjat andalan Jepang, Neo Suzuki, yang harus puas dengan medali perak setelah mencetak skor 39. 

Sementara itu, medali perunggu direbut oleh wakil Austria, Jakob Schubert, dengan torehan skor 37.

Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, menyambut bangga pencapaian ini. “Srondeng membuat sejarah,” ungkapnya saat dihubungi dari Jakarta.

Sebelum menembus final, Putra menduduki peringkat ketiga di babak semifinal dengan skor 37+, tepat di bawah dua wakil Jepang, Sorato Anraku (38+) dan Neo Suzuki (38+). Namun, di partai puncak, tekad kuat Putra membawanya membalikkan keadaan.

Rute Sulit dan Evaluasi Sang Juara

Meski sukses membawa pulang emas bersejarah, Putra enggan cepat berpuas diri. Ia mengakui bahwa rute final di Ceko memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi dan menguras ketahanan fisik.

“Ini adalah final kedua saya dan emas pertama. Tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit, terutama di bagian atas sampai tangan saya pump (kelelahan mencengkeram),” kata Putra dalam keterangan tertulis dari PP FPTI.

Emas ini menjadi ajang penebusan bagi Putra yang sebelumnya sempat menembus final nomor lead putra di World Climbing Series seri Koper, Slovenia, pada September 2025. Saat itu, ia harus puas finis di peringkat keenam dengan skor 40+.

Meskipun telah berdiri di puncak podium, Putra menilai masih banyak aspek teknis dan mental yang harus dibenahi agar penampilannya bisa terus konsisten di level dunia. 

“Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi,” pungkasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 5 times, 1 visit(s) today