Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Foto: Inilah.com/Clara Anna)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait rencana penyesuaian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan, pihaknya akan mengikuti seluruh arahan dan keputusan dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kita ikutin keputusan Bapak Presiden,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Pernyataan ini merupakan respons langsung atas ucapan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang sebelumnya memberikan sinyal akan adanya penyesuaian pada pos anggaran program MBG tersebut.
Purbaya mengaku telah menerima kabar mengenai rencana penyesuaian tersebut. Namun, dirinya masih enggan mengungkapkan secara rinci mengenai besaran angka maupun potensi pemangkasan anggaran program andalan pemerintah ini.
“Sudah, nanti kita tunggu,” tuturnya pendek.
Tunggu Detail dari BGN
Lebih lanjut, Menkeu juga meminta publik dan media untuk bersabar menunggu pernyataan resmi dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengenai skema teknis ke depan.
“Nanti kita tunggu dari Bu Nanik seperti apa ya,” kata Purbaya.
Sebelumnya pada hari yang sama, Kepala BGN Nanik S. Deyang memang terlihat mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, untuk menemui Presiden RI Prabowo Subianto, Kamis (11/6/2026).
Nanik yang mengenakan kemeja safari berwarna krem dipadu kerudung hitam tiba sekitar pukul 14.20 WIB dan langsung menyapa sejumlah wartawan yang telah mengerumuninya.
BGN Laporkan Efisiensi Anggaran ke Istana
Kepada awak media, Nanik mengungkap bahwa tujuannya menghadap ke Kepala Negara tidak lain adalah untuk melaporkan rincian langkah efisiensi anggaran di internal tubuh BGN.
“(Mau lapor) Efisiensi, efisiensi anggaran,” kata Nanik.
Dirinya juga memastikan laporan yang dibawa ke meja Presiden Prabowo ini merupakan sebuah kabar positif, baik untuk masyarakat luas maupun bagi keberlangsungan pemerintah.
“Kabar gembira,” ungkapnya menambahkan.
Nanik menyebut, draf laporan ini sengaja ditujukan agar proyeksi anggaran dalam tubuh BGN dapat ditekan ke angka yang lebih efisien.
“Biar turun, biar turun,” ujarnya.
Kendati demikian, ketika disinggung mengenai total nominal angka dari efisiensi di BGN tersebut, Nanik masih enggan membeberkannya. Ia memastikan dirinya wajib melapor terlebih dahulu kepada Presiden Prabowo sebelum mengungkap data tersebut ke ruang publik.
“Mau lapor presiden, efisiensi (anggaran). Ya lapor dulu ke presiden, masa aku lapor kalian (wartawan),” tuturnya menyudahi.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











