Paruh Pertama Terkumpul Rp125,7 Triliun Bikin OJK ‘Pede’ Kejar Target Penghimpunan Dana di Pasar Modal

Paruh Pertama Terkumpul Rp125,7 Triliun Bikin OJK ‘Pede’ Kejar Target Penghimpunan Dana di Pasar Modal

Clara Medium.jpeg

Kamis, 30 Juli 2026 – 19:58 WIB

Anggota Dewan Komisioner OJK pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. (Foto: ANTARA/Muhammad Heriyanto/am).

Anggota Dewan Komisioner OJK pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. (Foto: ANTARA/Muhammad Heriyanto/am).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) percaya diri alias ‘pede’ mampu meraih target penghimpunan dana di pasar modal sebesar Rp250 triliun, sepanjang 2026. Alasannya, hingga akhir semester I-2026, realisasi penghimpunan dana di lantai bursa, mencapai Rp125,74 triliun. Atau setara 50 persen dari target tahunan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menilai, prospek penghimpunan dana hingga akhir tahun, masih positif. Meski, kondisi pasar global masih diwarnai berbagai tantangan.

“Kami melihat prospek penghimpunan dana hingga akhir tahun 2026 tetap positif. Meskipun kondisi pasar global masih diwarnai berbagai tantangan, minat perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan tetap terjaga,” ujar Hasan di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Hasan mengatakan, optimisme tersebut ditopang pipeline penawaran umum yang masih berjalan. Per 20 Juli 2026, OJK mencatat masih terdapat tiga proses penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO), dua proses Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PUT) dengan nilai emisi maksimal Rp6,73 triliun, serta empat proses penerbitan obligasi dan sukuk dengan nilai emisi maksimal Rp5,25 triliun.

Dengan pipeline tersebut, kata dia, OJK meyakini penghimpunan dana di pasar modal, bakal terus bertambah hingga akhir tahun. Pada akhirnya mendukung pencapaian target Rp250 triliun hingga akhir tahun ini.

Meski demikian, Hasan menegaskan, fokus regulator tidak semata mengejar besaran dana yang dihimpun. Namun juga memperkuat kualitas pasar modal nasional.

Menurutnya, reformasi pasar modal yang tengah dijalankan diarahkan untuk memperkuat kualitas emiten, meningkatkan likuiditas, transparansi, tata kelola, penegakan hukum, serta memperluas basis investor.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing sehingga pasar modal Indonesia semakin kredibel sebagai sumber pembiayaan jangka panjang.

“Dengan fondasi yang semakin kuat tersebut, kami meyakini penghimpunan dana melalui pasar modal Indonesia tidak hanya dapat terus tumbuh, tetapi juga berlangsung secara lebih sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today