Mahasiswa LSPR Bekasi menggelar program Kemudi Marusaka untuk mengedukasi anak-anak pesisir Marunda tentang lingkungan, kesehatan, dan mitigasi bencana. (Foto:Muhammad Haykal Hanif/acara Kemudi Marusaka)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Sepuluh mahasiswa Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR (LSPR Institute) Bekasi menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk Kemudi Marusaka di Situs Rumah Si Pitung dan Kampung Marunda Pulo, Jakarta Utara, pada 13-14 Juni 2026.
Kegiatan yang diinisiasi mahasiswa kelas IRC27-1TP tersebut berfokus pada edukasi resiliensi masyarakat pesisir, khususnya anak-anak, dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan seperti banjir rob, krisis air bersih, hingga persoalan sampah dan limbah plastik di laut.
Program ini sekaligus menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga tentang kehidupan sehat dan sejahtera, tujuan keempat mengenai pendidikan berkualitas, serta tujuan ketiga belas terkait aksi iklim.
Kegiatan Kemudi Marusaka dilaksanakan di bawah bimbingan dosen Community Development, Fajar Iqbal Mirza, M.Hub.Intl., serta didukung oleh dosen mata kuliah Sustainable Development Goals, Dr. Achmad Hamudi Assegaf, M.I.Kom., dan dosen mata kuliah Communicating Climate Change, Dr. Muhamad Hidayat, M.I.Kom.
Pada hari pertama, Sabtu (13/6/2026), kegiatan dibuka oleh Dr. Achmad Hamudi Assegaf. Anak-anak peserta kemudian mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal mereka terkait isu lingkungan dan kebencanaan.
Setelah itu, peserta diajak mengikuti permainan edukatif berupa board game mitigasi bencana yang dipandu oleh tim Center for Crisis and Resilience Studies (CCRS) LSPR. Selain itu, anak-anak juga mendapatkan pelatihan sederhana mengenai pembuatan filter air bersih sebagai solusi menghadapi keterbatasan akses air bersih di wilayah pesisir.
Kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan edukatif dan kompetisi kelompok yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai mitigasi bencana serta pentingnya menjaga lingkungan.
Pada hari kedua, Minggu (14/6/2026), kegiatan difokuskan pada sesi luar ruangan melalui berbagai pos edukasi yang dirancang secara interaktif.
Peserta mengikuti lomba cerdas cermat, permainan literasi, edukasi kesehatan berupa praktik mencuci tangan yang benar, hingga materi mengenai penyelamatan ekosistem dan hewan laut. Selain itu, anak-anak juga diajak mengikuti permainan kelompok, kuis interaktif, pembuatan yel-yel, hingga pertandingan futsal.
Rangkaian kegiatan ditutup melalui Closing Ceremony yang dihadiri dosen LSPR Dr. Joe Harrianto Setiawan, Ketua RT 01 Marunda Pulo Farizal, dan Ketua RT 02 Sugiyanto.
Ketua Pelaksana Kemudi Marusaka, Maria Florensia Divina, berharap kegiatan tersebut mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah pesisir.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi program satu kali selesai, tetapi mampu mengedukasi mulai dari usia anak-anak dan memicu perubahan perilaku jangka panjang. Antusiasme masyarakat dan Karang Taruna Marunda Pulo menjadi energi luar biasa bagi kami untuk terus berkontribusi,” ujar Maria.
Meski berlangsung di tengah cuaca pesisir yang cukup terik, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap sesi hingga acara berakhir.
Keberhasilan kegiatan juga didukung peran aktif Karang Taruna Marunda Pulo yang membantu mobilisasi peserta serta pengondisian kegiatan di lapangan.
Apresiasi turut datang dari aparat kepolisian yang melakukan patroli di wilayah tersebut. Mereka menilai kehadiran mahasiswa LSPR melalui program Kemudi Marusaka memberikan aktivitas positif bagi anak-anak dan remaja di lingkungan pesisir.
Melalui program ini, LSPR Institute menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Kegiatan Kemudi Marusaka menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dapat menghadirkan solusi edukatif dalam membangun kesadaran lingkungan, kesehatan, dan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














