Janice Tjen Ulangi Rekor Angelique Widjaja Tahun 2004

Janice Tjen Ulangi Rekor Angelique Widjaja Tahun 2004

Ibnu Medium.jpeg

Selasa, 30 Juni 2026 – 21:14 WIB

Kebanggaan Asia Tenggara! Petenis putri Indonesia Janice Tjen, beserta duo Thailand Sawangkaew dan Tararudee sukses menembus babak kedua Grand Slam Wimbledon 2026. (Foto: AP)

Kebanggaan Asia Tenggara! Petenis putri Indonesia Janice Tjen, beserta duo Thailand Sawangkaew dan Tararudee sukses menembus babak kedua Grand Slam Wimbledon 2026. (Foto: AP)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Petenis putri kebanggaan Indonesia, Janice Tjen, sukses menorehkan sejarah gemilang di turnamen Grand Slam Wimbledon 2026. 

Keberhasilannya menembus dan memenangi laga di babak utama (main draw) secara resmi mengakhiri penantian panjang 22 tahun bagi wakil tunggal Indonesia di turnamen lapangan rumput paling bergengsi di dunia tersebut.

Dalam laga debutnya di babak utama pada Selasa (30/6/2026) dini hari WIB, Janice tampil memukau dengan menumbangkan petenis unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez, lewat kemenangan dua set langsung 6-1, 7-6(3).

Mengulang Jejak Angelique Widjaja

Sebelum pencapaian impresif Janice tahun ini, petenis tunggal Indonesia terakhir yang mampu menjejakkan kaki di babak utama Wimbledon adalah Angelique Widjaja pada edisi 2004 silam. Kala itu, langkah Angelique terhenti di babak pertama usai takluk dari petenis Amerika Serikat, Meilen Tu Washington.

Menanggapi keberhasilannya memecahkan rekor 22 tahun tersebut, petenis berusia 24 tahun itu mengaku sangat bangga.

“Ya pastinya bangga ya bisa mengulang itu sekarang, dan apalagi terakhir itu 2004. Aku senang bisa melakukan itu, tetapi harus tetap fokus untuk di round (babak) berikutnya,” ungkap Janice seperti dikutip dari wawancaranya dengan SPOTV.

Statistik pertandingan menunjukkan betapa dominannya performa Janice saat menyingkirkan Fernandez, yang juga merupakan finalis US Open 2021. Ia sukses membukukan enam ace tanpa satu pun double fault, mencatatkan 24 winner, dan hanya melakukan 10 unforced error. Kemenangan ini sekaligus memperlebar rekor pertemuannya (head-to-head) dengan Fernandez menjadi 3-0.

Apresiasi Menpora Erick Thohir

Pencapaian bersejarah ini langsung mendapat sorotan dan apresiasi dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir. Melalui akun media sosial pribadinya, Erick menyebut kemenangan Janice sebagai tonggak kebangkitan tenis Tanah Air di level dunia.

“Setelah penantian 22 tahun, Indonesia kembali mencatat sejarah di Grand Slam Wimbledon. Janice Tjen menjadi petenis tunggal putri Indonesia pertama dalam 22 tahun yang meraih kemenangan di babak utama Grand Slam Wimbledon,” tulis Erick.

Menpora menambahkan bahwa pencapaian ini membuktikan sistem pembinaan tenis Indonesia terus melahirkan talenta kelas dunia. “Sebuah langkah bersejarah, sekaligus bukti bahwa tenis Indonesia terus melahirkan talenta yang mampu bersaing di panggung dunia. Terus melangkah, Janice, seluruh rakyat Indonesia akan selalu mendukung perjuanganmu,” tegasnya.

Tatap Babak Kedua dan Sektor Ganda

Selanjutnya, pada babak kedua, Janice Tjen akan berhadapan dengan petenis Australia, Daria Kasatkina. Bersama pelatihnya, Chris Bint, Janice kini tengah menyusun strategi khusus untuk menjaga peluang melaju lebih jauh di debut Wimbledon-nya.

Tak hanya fokus di nomor tunggal, Janice juga bersiap mengharumkan nama bangsa di sektor ganda putri. Berpasangan dengan kompatriotnya, Aldila Sutjiadi, duet Indonesia ini dijadwalkan menantang pasangan tuan rumah Inggris, Harriet Dart/Maia Lumsden, pada laga babak pertama hari Kamis (2/7/2026) mendatang.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 3 times, 1 visit(s) today