Kasus Ibu Hamil Tewas Tertembak, Pemerintah Buka Akses Komnas HAM Selidiki

Kasus Ibu Hamil Tewas Tertembak, Pemerintah Buka Akses Komnas HAM Selidiki

Basuki Medium.jpeg

Senin, 6 Juli 2026 – 16:26 WIB

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra ditemui di Jakarta, Senin (6/7/2026). (Foto: Antara/Devi Nindy)

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra ditemui di Jakarta, Senin (6/7/2026). (Foto: Antara/Devi Nindy)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah membuka akses bagi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk menyelidiki insiden yang menimbulkan korban sipil di Intan Jaya, Papua Tengah, sebagai bagian dari upaya memastikan proses penegakan hukum berjalan objektif.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra dalam konferensi pers bersama Komnas HAM di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Menurut Yusril, pemerintah akan menyelidiki terhadap jatuhnya korban sipil, termasuk seorang ibu hamil dan bayinya yang meninggal akibat konflik bersenjata di Papua.

“Pemerintah tentu akan mengambil langkah hukum yang pasti untuk melakukan penyelidikan dan penyelidikan secara masif ini terutama terkait jatuhnya korban sipil termasuk ibu-ibu hamil yang meninggal akibat konflik kontak senjata di Papua,” ujar Yusril.

Selidiki Independen

Selain penyelidikan internal yang dilakukan pemerintah dan TNI, sambung Yusril, Komnas HAM juga dipersilakan menyelidiki secara independen untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah.

“Di samping melakukan penyelidikan dan penyidikan internal pemerintah, TNI khususnya, maka pemerintah juga memberikan kesempatan dan mempersilakan kepada Komnas HAM juga untuk melakukan suatu penyelidikan atas kasus ini dan kita dengar nanti apa rekomendasi yang disampaikan oleh Komnas HAM kepada pemerintah,” ujar dia.

Lebih jauh Yusril mengatakan, pemerintah tidak menutup mata terhadap adanya korban sipil dalam konflik bersenjata di Papua dan tetap berupaya meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat.

Ia menekankan investigasi harus dilakukan secara adil dan berimbang mengingat konflik melibatkan kelompok bersenjata dan aparat keamanan sehingga penyebab jatuhnya korban harus dibuktikan melalui proses penegakan hukum.

“Adanya satu investigasi yang adil dan berimbang akan mengungkapkan kasus ini dan tentu harus dilakukan langkah-langkah penegakan hukum,” ucap Yusril.

Ibu Hamil Tewas Tertembak

Sebelumnya, Komnas HAM menghimpun informasi awal terkait kontak senjata antara aparat keamanan dari Koops TNI Habema dan kelompok bersenjata TPNPB-OPM yang terjadi di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (2/7/2026) malam.

Dalam peristiwa tersebut, seorang perempuan bernama Melkiana Duwitau yang tengah mengandung tujuh hingga delapan bulan meninggal bersama bayi dalam kandungannya setelah terkena peluru saat berada di dalam rumahnya.

Komnas HAM menyebut insiden itu terjadi di tengah eskalasi kekerasan yang meluas di Tanah Papua dalam beberapa hari terakhir. Rangkaian peristiwa tersebut juga mengakibatkan seorang pendeta, seorang anggota kelompok bersenjata, seorang prajurit TNI, dan seorang pilot pesawat perintis berkewarganegaraan asing meninggal dunia. TNI menyatakan peluru yang mengenai Melkiana berasal dari kelompok bersenjata.

Selain itu, Komnas HAM memperoleh informasi mengenai pembakaran pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) di Bandara Perintis Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, pada hari yang sama. Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh kelompok TPNPB-OPM Kodap Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak.

Dalam kejadian itu, pilot pesawat berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, tewas ditembak, sedangkan tujuh penumpang yang merupakan Orang Asli Papua dilaporkan selamat.

Berdasarkan catatan Komnas HAM, penyerangan terhadap pesawat komersial juga terjadi di Bandara Koroway Batu, Yahukimo, pada 11 Februari 2026 yang mengakibatkan dua pilot tewas ditembak. Lembaga tersebut menduga kedua serangan terhadap pesawat di Yahukimo dilakukan oleh kelompok yang sama.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 1 visit(s) today